Areal Buleleng Digital Expo (BDE) yang berlokasi di RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng tidak pernah sepi dari kunjungan masyarakat terutama kalangan pelajar dan mahasiswa selama gelaran Buleleng Festival 2026.Dari berbagai lomba yang diadakan di BDE, lomba mengetik cepat yang diselenggarakan oleh SMK TI Bali Global Singaraja ini banyak menarik antusias peserta kalangan pelajar.
"Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan atas kesempatan yang diberikan oleh Dinas Kominfosanti Buleleng untuk berpartisipasi dalam ajang Buleleng Digital Expo. Peserta lomba mengetik cepatnya membludak,"ungkap Kepala SMK TI Bali Global Singaraja, Ketut Widi Astawan disela-sela kegiatan,Jumat,(21/8).
Lebih jauh disampaikan oleh Ketut Widi yang sangat menarik, kompetisi ini menggunakan perangkat lunak (software) hasil inovasi guru dan siswa sekolah tersebut, yakni platform istyping.com. Aplikasi tersebut dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran mengetik 10 jari sehingga siswa dituntut memiliki keahlian dalam mengetik.
"Jadi guru bisa memanajemen kelas di sana, siswa juga bisa beraktivitas pembelajaran di sana berlatih, kemudian guru bisa memberikan target-target pelatihan sesuai dengan target yang mana harus dikuasai. Melalui platform ini, guru dapat mengelola kelas serta menetapkan target pelatihan yang harus dikuasai, sementara para siswa dapat berlatih secara interaktif," jelasnya.
Lebih lanjut, pelaksanaan lomba tahun ini disambut antusias oleh para pelajar. Ini lomba yang kedua yang kami laksanakan dibanding tahun lalu dan ini pula paling banyak diikuti. Untuk kategori SMP saja, tercatat sebanyak 53 peserta yang mendaftar. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pelaksanaan pada tahun sebelumnya.
Ketut Widi mengungkapkan rasa senangnya atas pencapaian tersebut. Ia berharap SMK TI Bali Global Singaraja dapat terus diberi wadah untuk menyelenggarakan kegiatan positif yang mampu memacu semangat pelajar baik tingkat SD, SMP, maupun SMA dalam meningkatkan kompetensi di bidang teknologi dan komputer.
"Keunggulan bisa mengetik 10 jari membuat pekerjaan lebih cepat selesai, menghemat banyak waktu, meningkatkan akurasi tulisan, serta menjaga tubuh tetap santai karena tidak perlu terus-menerus melihat ke arah keyboard," imbuhnya.
Diakhir ia berharap para peserta tidak hanya sekadar mengejar kecepatan dalam mengetik, tetapi juga membiasakan diri menggunakan teknik mengetik 10 jari secara optimal dengan memanfaatkan seluruh jari tangan.(Wd).