Sekda Suyasa Beri Arahan Dalam Latihan Paskibraka Buleleng

Admin bulelengkab | 23 Juli 2026 | 37 kali

Puluhan calon Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Buleleng menjalani latihan di GOR Bhuana Patra, Singaraja, Kamis, (23/7). Latihan ini menjadi awal dari rangkaian pemusatan latihan menjelang pemutaran dan pengibaran bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng tersebut ditinjau oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, bersama Kepala Badan Kesbangpol Buleleng, Nyoman Widiartha.


Gede Suyasa menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti latihan perdana ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang telah berlangsung sejak tahap pendaftaran.


"Prosesnya cukup panjang, dari seleksi pendaftaran, tes akademik, hingga psikologi. Mereka yang lulus sekitar 70 orang ini yang nantinya akan bertugas," ujar Gede Suyasa saat ditemui di lokasi latihan.


Selama masa pemusatan latihan, para calon Paskibraka akan digembleng oleh tim pelatih gabungan dari unsur TNI dan Polri di bawah pengelolaan Badan Kesbangpol Buleleng.


Menyoroti peran penting para petugas pengibar bendera, Suyasa mengingatkan bahwa Paskibraka merupakan pusat perhatian (center of interest) dalam upacara bendera 17 Agustus. Oleh karena itu, kesiapan mental dan fisik menjadi kualifikasi mutlak.


"Untuk bisa tampil sebaik-baiknya, mereka harus memulai dari diri sendiri: disiplin, taat arahan pelatih, serta memiliki motivasi tinggi," kata Suyasa.


Ia juga menekankan bahwa kesempatan menjadi anggota Paskibraka adalah momen istimewa yang hanya datang sekali dalam seumur hidup siswa. Ketika duduk di kelas 12 pada tahun berikutnya, para siswa harus fokus menghadapi persiapan ujian akhir dan tidak dapat mendaftar kembali.


"Ini catatan memori yang sangat istimewa buat mereka. Jadikan itu motivasi untuk berlatih sebaik mungkin," tutur Suyasa.


Selain memberikan dorongan semangat, Sekda Buleleng juga menyampaikan sejumlah pesan tegas terkait keselamatan dan pola hidup para peserta di luar jam latihan. Ia meminta para anggota calon Paskibraka untuk tidak melakukan tindakan konyol yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun tim.


"Jangan sampai melakukan tindakan di luar pelatihan yang akhirnya merugikan diri sendiri. Contohnya kecelakaan atau sakit sehingga tidak bisa melaksanakan tugas secara penuh. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan baik dan mereka bisa mengikuti pelatihan dengan maksimal," pungkasnya. (can)