Ikuti Kami

Disiplin Positif, Membentuk Karakter Anak Tanpa Hukuman Melainkan Pendekatan

Admin bulelengkab | 24 Februari 2024 | 1004 kali

Di era jaman seperti sekarang ini mendidik anak dengan pola asuh keras sama sekali bukan solusi. Untuk itu, mendisiplinkan anak secara positif dapat membantunya menentukan sendiri mana tindakan yang harus dilakukan, serta mana tindakan yang sebaiknya dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, anak dapat belajar dari kesalahan mereka dan tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.


Menyikapi hal tersebut SMP Negeri 1 Seririt bersinergi dengan Direktorat SMP menggelar Talkshow yang bertajuk "Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan serta Penerapan Disiplin Positif Di SMPN 1 Seririt", dengan Tagline "Mendidik Tanpa Kekerasan, Asik Tanpa Mengusik", serta bertemakan "Sekolah Ramah, Aman, Nyaman dan Menyenangkan Bebas Segala Bentuk Kekerasan", Kamis (22/2) bertempat di SMP N 1 Seririt


Mengulas lebih dalam lagi mengenai disiplin positif yang merupakan suatu pendekatan untuk menerapkan disiplin dari dalam diri anak tanpa hukuman dan hadiah. Disiplin Positif perlu diterapkan baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Dengan menerapkan Disiplin Positif, diharapkan tindak kekerasan dapat dihindari. Pendekatan Disiplin Positif bukan mengenai anak/peserta didik secara langsung, melainkan bagaimana cara orang dewasa yang memberikan dampak dan pengaruh positif kepada anak/peserta didik. Pendekatan Disiplin Positif menitikberatkan pendekatan yang positif tanpa kekerasan, memotivasi, merefleksi kesalahan, menghargai, membangun logika, dan bersifat jangka panjang.


Dihadapan para siswa SMPN 1 Seririt, Plt. Direktur SMP, Drs I Nyoman Rudy Kurniawan, M.T dalam sambutannya menyatakan , bahwa upaya pencegahan tindak kekerasan dan penerapan disiplin positif di satuan pendidikan saat ini menjadi hal yang sangat penting dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif sehingga akan mendukung proses belajar mengajar yang produktif.


Senada dengan Direktur SMP, Kadisdikpora Kabupaten Buleleng, Made Astika, S.Pd, M.M, menyampaikan mengenai Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan sudah diimplementasikan dengan baik di SMPN 1 Seririt melalui penerapan disiplin positif, dan SMPN 1 Seririt merupakan satu-satunya SMP di Indonesia yang dipilih untuk acara talkshow yang digelar oleh Direktorat SMP.  


Sementara itu, Kepala SMPN 1 Seririt Nyoman Armaja, S.Pd,M.Pd mengatakan bahwasannya kasus bullying bisa terjadi disemua lini kehidupan salah satunya disekolah. Oleh karena itu menyikapi permasalah tersebut SMPN 1 Seririt telah membuat 14 sistem pencegahan kekerasan dan perundungan di SMPN 1 Seririt, diantaranya membentuk tim pencegahan penanggulangan perundungan dan kekerasan sekolah serta mengadakan pelatihan GTK sebagai fasilitator agen anti perundungan dan anti kekerasan sekolah.


Tidak hanya itu, sekolah juga harus mempunyai peraturan yang terbebas dari unsur bullying, mengadakan sosialisasi dan kampanye anti perundungan dan kekerasan dan yang terpenting membuat layanan pengaduan kepada korban bullying melalui portal "SILARAS". Jika nantinya terjadi kasus perundungan di sekolah strategi pemecahan masalah yang dilakukan adalah mengidentifikasi permasalahan yang ada, diagnosis, prognosis, mengadakan pendekatan treatment atau konseling dan mengevaluasi serta memberikan tindak lanjut.


"Dalam permasalahan tersebut yang mengadu adalah siswa harus memasukkan Nomor Induk Siswa (Nomor Induk Siswa) sebaliknya jika orang tua siswa harus memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kalau tidak sistem tidak akan mau terbuka," sambungnya.


Dipenghujung kepala sekolah Nyoman Armaja berharap melalui program ini bisa membawa SMP Negeri 1 Seririt menekan angka kasus perundungan yang ada di sekolah.


Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPMP Provinsi Bali, Kabid PSMP, Putu Primasuta, S.Sn., M.Pd., Kepala Sekolah Penggerak Angkatan I, Fasilitator, Dewan Pendidikan, Pengawan Sekolah serta mengundang masing-masing 20 siswa dan 6 Guru Pendamping dari SMP sekitar yaitu SMPN 2, 3 dan 4 Seririt serta SMPN 1 Banjar.


Untuk informasi lebih lengkapnya dapat disaksikan ulang melalui kanal youtube Direktorat SMP. (Mdy)