Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat sinergi dalam membangun generasi muda yang peduli lingkungan sekaligus cakap dalam literasi digital. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Prioritas Pemerintah Provinsi Bali bertema “Pengelolaan Sampah di Bali” yang digelar di Kabupaten Buleleng, tepatnya di aula SMPN 2 Singaraja (Spendaraja), Rabu (13/5).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kominfos Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng serta didukung oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap program prioritas pemerintah daerah melalui edukasi dan diseminasi informasi secara berkelanjutan.
Ratusan siswa SMPN 2 Singaraja mengikuti kegiatan tersebut dengan materi seputar pentingnya pengelolaan sampah, pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, serta pembiasaan gaya hidup ramah lingkungan, seperti membawa tumbler dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Buleleng, Made Suharta, mengatakan diseminasi informasi menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan sekaligus meningkatkan kemampuan literasi digital.
“Generasi muda saat ini tidak hanya dituntut peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mampu memilah dan menyebarkan informasi positif secara bijak melalui media digital,” ujarnya.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana edukasi yang efektif apabila dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan positif terkait pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Singaraja, I Gede Someada, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut karena sejalan dengan program sekolah dalam pengelolaan sampah organik dan nonorganik.
“Melalui kegiatan ini, siswa mendapat pemahaman yang lebih luas terkait pengelolaan sampah sekaligus membangun kebiasaan ramah lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari semangat para siswa selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa, Kanisya, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menyampaikan pesan positif melalui media digital.
“Saya jadi lebih paham cara memilah sampah dan mengelolanya dengan benar. Selain itu, kita juga bisa mengajak orang lain peduli lingkungan melalui media sosial,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap para pelajar mampu menjadi generasi yang peduli lingkungan, cerdas bermedia digital, serta aktif menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Bali yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Ag)