DisdagperinkopUKM Buleleng Dorong Digitalisasi Koperasi Melalui "Koperasi Pintar"

Admin bulelengkab | 03 April 2025 | 97 kali

Era digital menuntut koperasi untuk terus bertransformasi agar tetap relevan dan berdaya saing. Menjawab tantangan ini, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DisdagperinkopUKM) Kabupaten Buleleng beberapa waktu lalu telah menggelar talkshow terkait Sosialisasi Koperasi Pintar (KOPI) bertema "Melalui Transformasi Digital, Kita Wujudkan Koperasi Buleleng yang Modern dan Berdaya Saing" di Gedung PLUT Buleleng. Acara ini diikuti oleh 70 pengurus koperasi aktif dari berbagai sektor di Buleleng.


Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, yakni Kepala DisdagperinkopUKM Buleleng, perwakilan Dekopinda Buleleng, serta pakar teknologi dari PT. Blockchain Technology Nusantara dan DCA Communication. Para narasumber memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi koperasi.


Kepala DisdagperinkopUKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta, saat dihubungi, Kamis (03/04), menyatakan pentingnya transformasi digital bagi koperasi agar lebih modern dan berdaya saing. Ia menyebutkan bahwa dari 419 koperasi aktif di Buleleng, terdapat 81 koperasi yang tidak aktif. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konkret agar koperasi-koperasi yang ada dapat berkembang dan memberikan manfaat optimal bagi anggotanya.  


"Transformasi digital bukan hanya sekedar tren, tetapi kebutuhan. Koperasi harus bergerak cepat, menguasai data dan informasi, serta memberikan layanan yang prima agar tetap relevan di era digital. Banyak koperasi di Buleleng sudah mulai menerapkan digitalisasi, dan ini harus terus didorong agar koperasi kita semakin maju," ujar Sudiarta.  


Ia juga menyoroti tantangan utama koperasi saat ini, yakni peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, koperasi harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan terus mengembangkan inovasi agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi anggotanya.  


Sudiarta menambahkan bahwa digitalisasi koperasi bukan hanya sebatas implementasi aplikasi, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat. Salah satu langkah konkret yang sedang dilakukan adalah pendampingan bagi beberapa koperasi dalam menerapkan teknologi berbasis blockchain untuk meningkatkan keamanan dan transparansi data. 


Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam talkshow ini adalah Aplikasi Koperasi Pintar, yang menawarkan berbagai manfaat bagi koperasi, seperti Efisiensi Administrasi, mengurangi pekerjaan manual dalam pencatatan keuangan dan pengelolaan anggota. Keamanan Data, penyimpanan dengan enkripsi yang aman berbasis blockchain. Otomatisasi Laporan Keuangan,  mempermudah dan mempercepat pembuatan laporan dan Integrasi Pembayaran Digital, memungkinkan koperasi melakukan transaksi online secara praktis.


Selain itu, teknologi blockchain juga diperkenalkan sebagai solusi untuk meningkatkan transparansi dan keamanan data koperasi. Dimana sistem ini memungkinkan pencatatan transaksi yang tidak dapat diubah, sehingga meningkatkan kepercayaan anggota koperasi terhadap pengelolaan keuangan.


Dijelaskan pula oleh Dewa Sudiarta bahwa DCA Communication juga memaparkan strategi komunikasi digital yang dapat membantu koperasi dalam memasarkan produk dan layanan mereka secara lebih luas melalui platform online.


Program Koperasi Pintar ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Koperasi dan UKM dalam mendorong percepatan digitalisasi koperasi di seluruh Indonesia. DisdagperinkopUKM Buleleng bersama mitra strategisnya akan terus melakukan pendampingan agar koperasi di Buleleng dapat berkembang menjadi koperasi modern, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital.