DWP Buleleng Gelar Sosialisasi Parenting, Ajak Orang Tua Pahami Perubahan Pola Asuh Anak

Admin bulelengkab | 06 November 2026 | 82 kali

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng menggelar sosialisasi pola asuh orang tua dalam mendidik anak di usia peralihan, di Gedung PLUT KUMKM Buleleng pada Jumat (6/11/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan rapat rutin DWP tersebut berlangsung dengan menghadirkan Tasya Yumika, S.Psi., Psikolog dari Pradnyagama Singaraja sekaligus UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng sebagai narasumber.


Sosialisasi ini menjadi ruang edukasi bagi para anggota DWP untuk memahami dinamika pengasuhan anak, khususnya ketika memasuki usia peralihan menuju remaja. Perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta perbedaan lingkungan tumbuh kembang membuat pola komunikasi dan pendekatan orang tua terhadap anak perlu terus disesuaikan.


Dalam pemaparannya, Tasya Yumika menjelaskan bahwa pola asuh anak perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan tahapan usia anak. Orang tua perlu memahami bahwa perubahan perilaku anak merupakan bagian dari proses tumbuh kembang sehingga diperlukan pendekatan yang tepat, komunikasi terbuka, serta kesediaan untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan anak.


“Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan dan kondisi yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Karena itu, orang tua juga perlu terus belajar menyesuaikan pola pengasuhan, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan ruang bagi anak untuk berkembang tanpa kehilangan pendampingan dan perhatian dari keluarga,” jelasnya.


Pesan tersebut juga tergambar dalam materi sosialisasi yang mengangkat kalimat, *“Anak bukan berhenti membutuhkan ibu, cara mereka membutuhkan ibu sedang berubah.”* Pesan ini mengingatkan bahwa meskipun anak mulai menunjukkan kemandirian dan perubahan perilaku, mereka tetap membutuhkan perhatian, pendampingan, serta kehadiran orang tua.


Melalui sosialisasi ini, para orang tua diajak untuk tidak hanya menuntut anak agar memahami orang tua, tetapi juga berupaya memahami dunia anak. Pendekatan yang lebih terbuka, komunikasi dua arah, serta kesediaan mendengarkan tanpa terburu-buru menghakimi menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.


Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu upaya DWP untuk menambah wawasan dan pengetahuan anggotanya, terutama dalam menjalankan peran sebagai pendamping keluarga dan pendidik pertama bagi anak-anak.


Ia berharap materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para anggota dalam menerapkan pola pengasuhan yang tepat di lingkungan keluarga, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mendampingi tumbuh kembang anak sesuai dengan tantangan zaman.


“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap ibu-ibu dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Menjadi orang tua tentu bukan hal yang mudah, terlebih dengan perkembangan zaman dan perubahan yang terjadi pada anak-anak saat ini. Karena itu, kita juga harus terus belajar, memahami kebutuhan anak, dan menyesuaikan cara kita mendidik mereka,” ungkap Ny. Dewi Suyasa.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berbagai program DWP dapat terlaksana berkat dukungan, kepedulian, dan kontribusi seluruh anggota. Ia pun mengapresiasi semangat kebersamaan yang selama ini terbangun dalam setiap pelaksanaan kegiatan organisasi.


“Dengan keterbatasan yang kita miliki, saya yakin melalui niat yang tulus dan kebersamaan, semua kegiatan yang kita laksanakan bisa berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan bersama. Saya sangat mengapresiasi kontribusi ibu-ibu semua. Semoga apa yang kita lakukan bersama ini tidak hanya menjadi kegiatan organisasi, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” tambahnya.


Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Buleleng berharap para anggota semakin memahami pentingnya pola asuh yang adaptif, penuh perhatian, dan sesuai dengan kebutuhan anak. Sebab, pengasuhan bukan sekadar mendidik anak agar tumbuh sesuai harapan orang tua, melainkan juga tentang bagaimana orang tua terus belajar memahami dan mendampingi anak seiring perkembangan zaman. (Sa)