Ikuti Kami

Strategi Branding Potensi Buah Lokal, Dispar Buleleng Menyelenggarakan Pesta Durian Munduk Bestala

Admin bulelengkab | 26 Januari 2024 | 218 kali

Kabupaten Buleleng, yang terkenal sebagai Gumi Den Bukit, yang tentunya memiliki sumber daya perkebunan dan pertanian yang melimpah. Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng telah melakukan langkah-langkah branding untuk memajukan desa wisata unggulan. Salah satu inisiatif terkini adalah Pesta Durian Munduk Bestala, yang berlangsung dari tanggal 20 Januari hingga 29 Februari 2024 di Krisna Beach Street, Pantai Penimbangan.


I Gede Dodi Sukma Oktiva Askara, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, pada hari Jumat (26/1), menjelaskan bahwa pada tahun ini pihaknya telah merancang strategi untuk mengembangkan desa wisata menjadi desa wisata unggul. Sebanyak 12 desa pilot project saat ini sedang menjalani proses pendampingan, dengan penilaian berdasarkan keunikan, produk unggulan, dan daya tarik yang menonjol.


Salah satu desa yang menjadi fokus adalah Desa Munduk Bestala, yang terkenal dengan kualitas produk Durian yang tak diragukan lagi. Desa ini telah menghasilkan varietas durian lokal, seperti "I Jalur," yang meraih juara pertama dalam festival durian tingkat provinsi. Pada Pesta Durian Munduk Bestala, terdapat 23 jenis varian durian lokal, terbagi menjadi 18 kategori durian level 2 dan 5 kategori durian level 3. Harga durian berkisar antara 25 hingga 35 ribu untuk durian level 3, 40 ribu untuk durian level 2, dan mencapai 100 ribu rupiah untuk level 1.


Demi mendukung kelancaran kegiatan tersebut, klasterisasi dilakukan melibatkan beberapa OPD terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dispar sendiri. Kolaborasi ini bertujuan membranding produk untuk meningkatkan popularitasnya, menarik perhatian banyak orang, dan secara otomatis mendatangkan wisatawan ke Buleleng.


“Event ini selain mengenalkan produk dari Desa Munduk Bestala pastinya akan menimbulkan multiplier effect kepada petani durian pada daerah tersebut,”jelasnya.


Disinggung mengenai pemilihan Krisna Beach Street sebagai lokasi pemasaran produk lokal Desa Bestala, Kadis Dodi menerangkan karena lokasinya yang strategis, memberikan eksposur maksimal kepada produk tersebut. Selain itu, berdampingan dengan Pesta Durian Munduk Bestala, terdapat event Dinoland sebagai daya tarik hiburan. Miniatur dinosaurus tersebut sudah terpasang, dan Kadis Dodi yakin bahwa keberadaan dua jenis kegiatan yang berdampingan ini akan menarik minat masyarakat Buleleng untuk berkunjung.


Pihaknya berharap bahwa dengan memperkenalkan produk dari Desa Munduk Bestala, konsumen akan lebih mengenal ciri khas dan cita rasa unik dari durian tersebut sehingga dapat mendorong minat konsumen untuk berkunjung langsung ke lokasi asal durian tersebut. Dengan memahami kualitas premiumnya, diharapkan harga durian dapat ditingkatkan sekaligus memberikan semangat baru bagi para petani durian.


“Setelah acara berlangsung sejak tanggal 20 kemarin, para pengunjung memberikan tanggapan positif. Mereka menyatakan kepuasan mereka, menyebutkan bahwa harga yang ditawarkan sebanding dengan kualitas. Meskipun durian ini bukan kualitas menengah, potensinya untuk meningkatkan harganya mendekati durian musang king, bawor, dan petruk sangat mungkin,”tutupnya.(Ag)