Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, didampingi Ny. Hermawati Supriatna, memimpin dan membuka Rapat Persiapan Sosialisasi Percepatan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), serta Gerakan Bali Bersih Sampah ke-57. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Lobi Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Kamis (17/7). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan Pengurus TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Buleleng, Kepala Desa dan Lurah, serta Ketua TP PKK Desa.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran TP PKK Provinsi Bali Nomor 56/SKR/PKK Provinsi 5/2025 tanggal 28 Mei 2025, yang menyerukan percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan plastik sekali pakai di seluruh kecamatan se-Bali.
“TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah turut mendukung langkah percepatan ini. Kami akan menyambut langsung kunjungan Ibu Gubernur dalam rangka sosialisasi PSBS sebagai bentuk nyata pelaksanaan 10 Program Pokok PKK,” ujar Ny. Wardhany
Dengan mengusung jargon Palemahan Kedas (Padas), Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar pengelolaan sampah dilakukan dari sumbernya, serta meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai.
Sosialisasi akan dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan di Buleleng, dengan pola dua kunjungan dalam satu hari di kecamatan yang berdekatan. Adapun jadwal dan lokasi kegiatan sosialisasi di Kabupaten Buleleng sebagai berikut:
Jumat, 17 Oktober 2025, Kecamatan Buleleng yang mewakili Desa Alasangker dan Kecamatan Banjar di Desa Tampekan,
Jumat, 24 Oktober 2025, Kecamatan Busungbiu diwakili oleh Desa Bengkel dan di Kecamatan Gerokgak diwakili Desa Sumberkima,
Jumat, 31 Oktober 2025, Kecamatan Kubutambahan diwakili Desa Tamblang dan Kecamatan Sawan di Desa Menyali, kemudian Jumat, 7 November 2025, Kecamatan Seririt diwakili Desa Umeanyar dan Kecamatan Sukasada di Desa Sukasada, dan yang terakhir Selasa, 11 November 2025, Kecamatan Tejakula diwakili Desa Sembiran.
Desa-desa yang menjadi lokasi kunjungan telah dikoordinasikan dengan pihak provinsi. Masing-masing desa diminta menyiapkan fasilitas pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle), seperti Teba Modern, Tong Edan, dan Komposter yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju lingkungan bersih dan berkelanjutan di Kabupaten Buleleng serta mendukung program strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam pengelolaan sampah. (Rka)