Ikuti Kami

110 Rumah Tangga di Buleleng Mendapat Bantuan Rehab Rumah

Admin bulelengkab | 20 Oktober 2021 | 158 kali

Sebanyak 110 rumah tangga di Kabupaten Buleleng mendapatkan bantuan Rehabilitas Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.  Bantuan sosial ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T dalam kunjungannya kemarin lusa di Tabanan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Kab. Buleleng, I Putu Kariaman Putra, Sos.MM saat dihubungi via telpon, Senin (18/10).


Kadis Kariaman mengatakan, Pemkab Buleleng diberikan bantuan sosial rehabilitasi Rutilahu sebanyak 110 unit dari 11 kelompok. Dimana masing-masing kelompok berjumlah 10 anggota. Dari masing-masing anggota itu nantinya akan diberikan bantuan sejumlah 20 juta berupa bahan bangunan untuk rehab dengan total anggaran sebanyak 4,4 Miliar. Dari 11 kelompok yang mendapatkan bantuan sosial ini diantaranya dari Desa Tejakula, Tamblang, Kayu Putih Melaka, Selat, Panji Anom, Penglatan, Banjar, Bubunan, Titab dan Tinga-Tinga. 


"Data ini tentunya sudah hasil dari verifikasi dan validasi baik dari Dinas Sosial Kab. Buleleng, desa dan Kementerian Sosial. Dari desa yang mengajukan untuk mendapatkan program Rutilahu ini adalah yang termasuk dalam data DTKS melalui musrenbang desa dan benar-benar layak untuk mendapat bantuan" tegas Kariaman.


Lebih jauh dikatakan, program ini akan segera direalisasikan sebelum penghujung tahun, karena anggaranya ada pada tahun 2021.


"Karena program ini sudah di SK kan, jadi tinggal nunggu realisasi saja," ucapnya.


Disinggung terkait dengan pelaksanaan rehab, Kariaman menjelaskan, pembangunan rehab ini nantinya akan dilakukan secara gotong royong dari masing-masing anggota tersebut. Karena untuk pendanaan program ini sendiri dari anggaran yang didapat hanya tercantum untuk pembelian bahan saja tanpa ada ongkos tukang. 


Kariaman berharap dengan adanya program ini, semoga  dapat meringankan beban masyarakat dalam situasi pandemi sehingga masyarakat bisa memiliki rumah yang representatif dan layak huni. (suy)