Sawan Festival, Ruang Pelestarian Seni Budaya dan Gerakkan UMKM Lokal

Admin bulelengkab | 23 Mei 2026 | 49 kali

Festival kecamatan bukan hanya panggung hiburan, tetapi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas, budaya, tradisi, sekaligus menggerakkan UMKM lokal. Festival Kecamatan yang digelar tahun 2026 merupakan gagasan Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Buleleng. Demikian disampaikan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna saat membuka kegiatan Festival Sawan di Pantai Kerobokan, Jumat, (22/5).


Wabup Supriatna menyampaikan bahwa Kecamatan Sawan merupakan salah satu pusat kekuatan seni dan budaya di Kabupaten Buleleng. Beragam warisan budaya lahir dan berkembang di wilayah tersebut, mulai dari seni tari, karawitan, hingga kerajinan gamelan khas Buleleng. "Sawan Festival menjadi festival kecamatan yang keenam sejak dilaksanakan dari April hingga Mei 2026," ucapnya.


Wabup Supriatna mengatakan Desa Jagaraga disebut sebagai salah satu ikon seni tari dan karawitan Buleleng yang melahirkan Tari Teruna Jaya serta sejumlah karya seni legendaris lainnya. Selain itu, Desa Sawan hingga kini masih mempertahankan tradisi pengerajin gong dan gamelan khas Buleleng, termasuk Gong Pacek yang menjadi identitas budaya daerah.


Ia mengapresiasi seluruh jajaran dan masyarakat yang dinilai berhasil mempersiapkan kegiatan dengan baik serta menghadirkan semangat gotong royong yang kuat. Menurutnya, festival kecamatan menjadi wadah penting untuk melihat kemampuan setiap wilayah dalam mengorganisir kegiatan, memberdayakan masyarakat, dan menjaga kekuatan budaya lokal.


Sementara itu, Camat Sawan, I Ketut Cantyana dalam laporannya menjelaskan bahwa Sawan Festival 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026, dengan mengusung tema “Mangghosanaken Budaya” yang bermakna melestarikan, menjaga, dan mempertahankan adat, seni, serta budaya lokal.


Berbagai kegiatan ditampilkan dalam festival tersebut, di antaranya lomba penjor hias, parade gebogan, lomba nyurat aksara Bali, lomba menggambar dan mewarnai, hingga pertunjukan kolaborasi seni antara Tari Teruna Jaya dari Desa Jagaraga dengan Legong Pengelep dari Desa Menyali.


Selain pertunjukan budaya, festival juga dirangkaikan dengan edukasi masyarakat terkait kesehatan dan pengelolaan sampah berbasis sumber. Panitia bahkan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik di area festival sebagai bagian dari upaya membangun budaya disiplin pengelolaan sampah di masyarakat.


Sebanyak 14 desa di Kecamatan Sawan turut ambil bagian melalui keterlibatan UMKM lokal dan pelaku usaha yang meramaikan festival. Pendanaan kegiatan berasal dari APBD, dukungan sponsor, serta partisipasi berbagai pihak yang mendukung pelestarian seni dan budaya daerah.


"Melalui Sawan Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap semangat menjaga warisan budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kebersamaan dan kreativitas generasi muda dalam menjaga identitas budaya Buleleng," harapnya. (Wir)