Ikuti Kami

Penghujung Tahun 2023, Pj Bupati Buleleng Panen Padi Bersama Petani

Admin bulelengkab | 29 Desember 2023 | 281 kali

Menutup tahun 2023, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana berkesempatan untuk panen padi bersama petani. Panen padi ini sekaligus menandai kerjasama tripartit antara Perumda Swatantra, Koperasi Sida Ayu, dan PT. Bank Pembangunan Daerah Bali. Panen di akhir tahun ini dilakukan secara simbolis oleh Pj Bupati Buleleng pada lahan persawahan di Jalan Natuna Kelurahan Penarukan Buleleng, Jumat (29/12).


Disela-sela panen padi, Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengapresiasi petani yang masih menggarap lahannya. Ditengah berkembangnya pembangunan perumahan, lahan pertanian masih harus dilestarikan guna menjaga ketersediaan pangan daerah. ”Ini adalah satu bukti bahwa kita sangat membutuhkan dan wajib harus mempertahankan luas lahan persawahan. Karena Buleleng ini harus terjamin ketersediaan pangannya. Bisa menghidupi dari hasil produksi yang ada di Buleleng ini. Kedepan mungkin kita perlu pikirkan lahan sawah yang bisa kita lestarikan ini, mungkin melalui pemberian insentif kepada petani sehingga mereka betah dan tidak menjual sawahnya,”jelasnya. 


Ditempat yang sama Direktur PD Swatantra Gede Bob Suryanto mengungkapkan dari kerjasama tripartit ini menargetkan 50 hektar sawah diakhir tahun 2023. Sementara tahun 2024 target lahan pertanian yang akan dikerjasamakan naik menjadi 150 hektar dan bertahap naik mencapai 1000 hektar. ”Kerjasama ini PT. BPD Bali sebagai pendana, PD Swatantra sebagai offtaker yang membeli hasil panen kepada petani yang tergabung dalam Koperasi Sida Ayu. Sehingga kedepannya harapan kita lebih meningkatkan produksi dan kontinuitas hasil panen dengan metode yang kita terapkan untuk memecahkan permasalahan yang dialami petani. Seperti air melalui sumur bor, benih padi unggul yang nanti hasilnya akan jauh meningkat hingga 9-10 ton perhektar, alat-alat pertanian dan alat panen,”terangnya. 


Ketua Koperasi Sida Ayu Pasek Reksa menjelaskan pihaknya mengumpulkan petani yang ada dan menampung permasalahan yang dialami seperti obat-obatan, bibit, sampai sumur bor. Dimana sistem yang digunakan adalah “yarnen” dibayar saat sudah panen. Pihaknya juga menerangkan jika koperasi Sida Ayu berupaya untuk mendata petani secara digital sehingga memudahkan pihak perbankan dan dinas dalam menyalurkan programnya.” Harapan kami di koperasi Sida Ayu ini adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani. Kita belajar dari permasalahan global perang dan pandemi covid dimana pangan menjadi isu sentral. Jadi kami ingin menjadi solusi kecil dalam membantu pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan petani,”ujarnya.


Kerjasama itu juga melibatkan Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi sebagai pendamping baik petani maupun Koperasi Sida Ayu. Pemerintah Daerah akan terus berupaya untuk meningkatkan kerajasama agar petani bergeliat, mendapatkan perolehan hasil panen tinggi dan kontinuitas penyerapan. Jadi prinsip 4K yakni Kepastian Harga, Kepastian Hasil, Kepastian Penyerapan dan Kepastian Pembayaran akan terus dijalankan.