Ikuti Kami

Disdikpora Buleleng Tuntas Distribusikan 232.500 Sarana Prokes ke Satuan Pendidikan

Admin bulelengkab | 06 Desember 2021 | 75 kali

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng tuntas mendistribusikan ratusan ribu sarana protokol kesehatan (Prokes) ke seluruh satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Buleleng. Sarana Prokes tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat melalui BPBD Buleleng. Demikian disampaikan Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika di ruang kerjanya, Senin, (6/12).


Sebanyak 232.500 pcs sarana Prokes telah didistribusikan ke seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Buleleng. Kadis Astika menerangkan bahwa sarana Prokes yang diterima Kamis lalu telah diatur jumlah dan jenisnya untuk kemudian langsung didistribusikan. "Kami menerima bantuan sarana Prokes ini dalam bentuk dus, jadi kami atur dulu jenisnya. Ada masker dewasa, masker anak, handsanitizer, sabun cair dan sabun batang," ujarnya.


Kadis Astika menegaskan, bantuan itu adalah demi menjaga kedisiplinan penerapan Prokes seluruh siswa dan tenaga pendidikan di sekolah, baik itu dari jenjang TK/PAUD, SD dan SMP. Khusus untuk TK/PAUD, pihaknya mengakui masih menyasar kategori negeri, mengingat jumlah masker anak terbatas hanya 5.000 pcs. "Kami akan terus bersinergi dalam rangka pengadaan sarana Prokes ini, terutama masker. Meskipun setiap sekolah dapat mengadakan pembelian masker melalui dana BOS, kami akan terus mengusulkan sarana ini ke BNPB Pusat," tegasnya.


Selain itu, Kadis Astika juga menyampaikan bahwa jumlah dan jenis sarana Prokes berbeda pada setiap satuan pendidikan penerima bantuan. Hal itu dilakukan mengingat setiap sekolah memiliki kapasitas murid dan tenaga pengajar yang berbeda jumlahnya. Terkait jumlahnya, pihaknya menerangkan jenjang TK/PAUD negeri yang menerima bantuan sebanyak 30 sekolah, SD negeri sebanyak 418 sekolah dan jenjang SMP negeri sebanyak 53 sekolah.


Kadis Astika berharap bantuan sarana Prokes yang diterima dapat dimanfaatkan dengan baik dalam aktivitas pembelajaran di sekolah, sehingga penerapan Prokes secara disiplin pada pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung dengan aman dan tidak menimbulkan klaster baru. "Dengan bantuan ini, kami harapkan siswa dan tenaga pengajar disiplin menerapkan Prokes selama PTM berlangsung. Ke depan kami akan memohon bantuan sarana Prokes lagi untuk memenuhi seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta," pungkasnya. (Agst).