Cegah ASN Terjerat Pinjol dan Investasi Bodong, Pemkab Buleleng Perkuat Literasi Keuangan

Admin bulelengkab | 03 November 2026 | 41 kali

Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong peningkatan literasi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar semakin cerdas, bijak, dan aman dalam mengelola keuangan pribadi maupun keluarga. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Literasi Keuangan dalam rangka Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Buleleng Tahun 2026, Selasa (3/11).


Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd., yang sekaligus menjadi keynote speaker. Sosialisasi tersebut merupakan hasil kerja sama TPAKD Kabupaten Buleleng dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta melibatkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pihak sekuritas.


Dalam arahannya, Gede Suyasa menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah maraknya praktik keuangan ilegal yang dapat menjerat siapa saja, termasuk ASN. Beberapa di antaranya adalah pinjaman online ilegal, judi online, serta investasi bodong yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Menurutnya, rendahnya pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan dapat membuat seseorang rentan mengambil keputusan finansial yang merugikan.


“ASN harus semakin cermat dan bijak dalam mengelola keuangan. Jangan mudah tergiur tawaran investasi dengan keuntungan tidak masuk akal ataupun terjebak pinjaman online ilegal. Pastikan setiap produk dan layanan keuangan yang digunakan memiliki legalitas serta berada dalam pengawasan otoritas terkait,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa persoalan keuangan pribadi yang tidak dikelola dengan baik berpotensi memengaruhi konsentrasi dan kinerja ASN dalam menjalankan tugas. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berdampak terhadap pencapaian target pembangunan daerah dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan secara sehat menjadi bagian penting dalam membangun profesionalisme ASN.


Materi sosialisasi mencakup perencanaan kebutuhan, pengelolaan pendapatan, pemilihan produk keuangan digital yang legal dan aman, investasi cerdas, hingga persiapan keuangan menghadapi masa pensiun. Melalui pemaparan dari OJK, BEI, dan pihak sekuritas, peserta juga diberikan pemahaman mengenai risiko investasi ilegal serta pentingnya mengambil keputusan finansial berdasarkan informasi yang benar dan pertimbangan rasional. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.


Melalui sosialisasi ini, Pemkab Buleleng berharap ASN tidak hanya memahami pentingnya literasi keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengelolaan keuangan yang terencana, bijak, dan bertanggung jawab, ASN diharapkan terhindar dari praktik keuangan ilegal, memiliki ketahanan finansial yang lebih baik, serta mampu mempersiapkan masa depan yang sejahtera.(Wd).