Ikuti Kami

"Jagir Printing dan Advertising", Sosok Warga Banyuatis yang menguasai Advertising seluruh Bali

Admin bulelengkab | 07 Mei 2022 | 90 kali

Iklan merupakan suatu alat untuk melakukan kegiatan promosi. Promosi sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan dan pengusaha-pengusaha dari kelas atas sampai kelas bawah terutama untuk hal memasarkan dan mengenalkan produk kepada khalayak luas serta membantu penjualan dari suatu produk atau jasa. Salah satu media promosi yang banyak dipilih salah satunya melalui  Baliho.


Perkembangan pemasaran iklan dengan bantuan media dalam bentuk baliho ini sangat berkembang pesat dan dilirik sebagai sebuah kesempatan yang mendatangkan keuntungan bagi seorang putra Buleleng dari kecamatan Banjar, desa Banyuatis. adalah I Gede Agus Weda Wiguna (44). Pria yang akrab disapa Weda Jagir ini memang memiliki semangat pantang menyerah dalam merintis usaha di bidang periklanan yang biasa masyarakat luas mengenalnya sebagai “Jagir Printing dan Advertising”  di mana perbulannya bisa menghasilkan omset ratusan juta.


Ditemui di kantornya yang berlokasi di jalan Tukad Balian, gang Jagir, pada Kamis (5/5), Weda mengatakan mengenai kesuksesan yang diraihnya sekarang ini tentu tidak melalui proses yang instant. Mengawali karirnya bekerja pada sebuah event organizer di suatu bengkel production, Weda menekuni ilmu sebagai dasar untuk membuka bisnis advertising. Dengan mendapat bekal pengalaman yang cukup akhirnya Weda memilih ke luar dari perusahaan sebelumnya dan memutuskan mendirikan sendiri usahanya,  dimulai dari nol. 


Awalnya pada Tahun 2006 usaha yang dijalaninya ini bernama CV. Jaya Giri, dalam perjalanannya nama tersebut mendapat masukan dari beberapa konsumen yang menyebut nama tersebut terlalu panjang, atas masukan tersebut pun Weda pun mengubah nama usahanya pada Tahun 2008 dengan nama “Jagir” yang merupakan singkatan dari Jaya Giri.


Bermodalkan kreativitas dan seni,.  Weda Jagir menawarkan berbagai jasa reklame printing indoor dan outdoor serta interior dan eksterior ke konsumen dengan prinsip “one stop advertising” yang tentunya disambut dengan respon positif dari konsumen . Bahkan tak jarang beberapa konsumen menggunakan jasa Jagir Printing dan Advertising ini menjadi militan sehingga tak ingin pindah ke tempat lain. 


Hampir 80% jasa reklame dan segala bentuk baliho di Bali dengan berbagai ukuran dikerjakan oleh tangan dinginnya. Usaha yang dijalankannya ini membuat namanya sangat dikenal di berbagai kalangan mulai dari politisi, pengusaha, pemerintahan, dunia entertainment bahkan hingga masyarakat sipil. 


Mendapat dukungan penuh dari istri tercinta, Dewi Eka Yanthi tentu bisa menjadi semangat tersendiri baginya. Pada saat-saat tertentu biasanya  banyak dimanfaatkan seperti Pemilu, Pilkada, event-event besar, konser musik dan acara lainnya. Tamatan sarjana ekonomi Universitas Warmadewa ini berusaha menjual ide kreatifnya dalam sebuah karya yang diharapkan bisa menyampaikan pesan kepada orang lain. Inilah nilai lebih dari bisnis yang ia geluti hingga saat ini. Usahanya ini, selalu disibukkan dengan pengerjaan baliho mulai dari ukuran kecil hingga besar, spanduk berbagai ukuran dan layanan reklame lainnya. 

 

"Konsumen buat kami bukan hanya sebagai rekan kerja yang membutuhkan jasa kami, tapi menurut saya mereka adalah bagian dari usaha saya sehingga kami masih bisa bertahan di tengah gempuran persaingan bisnis advertising ini. Karenanya tali silaturahmi persaudaraan dan komunikasi selalu kita jaga agar hubungan bisa berkesinambungan," ujar pria tiga anak ini.


Setelah hampir kurang lebih enam belas tahun menggeluti bisnis advertising ini, Weda mengatakan pendapatan kotor yang diperolehnya dalam sebulan kurang lebih mencapai lima ratus juta rupiah, dan dalam kondisi tertentu seperti halnya Pemilu dan Pilkada omset yang diperoleh weda pun meningkat bisa mencapai satu milyar, namun angka tersebut belum dikurangi dengan beberapa biaya operasional seperti gaji karyawan, biaya transportasi ataupun biaya maintenance lainnya.


Wedapun mengakui, seiring perkembangan zaman dan modernisasi pada dunia advertising dirinya tak selamanya bisa sendiri merajai bisnis ini. Mau tidak mau mulai bermunculan pesaing-pesaing yang tentunya harus siap dihadapinya dengan berbagai inovasi bisnis yang dimiliki pesaing tersebut. Modernisasi ini diakui membuat semua orang berhak untuk mendapat tempat khusus dalam bisnis reklame dan sejenisnya. 


Namun dirinya juga meyakini bisnis yang dijalankannya adalah bisnis kreatif yang membutuhkan pemikiran cerdas yang dipadukan dengan nilai seni sehingga suatu karya bisa memiliki pesan yang siap disampaikan dan terbaca oleh orang yang melihatnya. "Saya tetap bertahan di bisnis yang saya rintis dari nol ini, saya yakin meski semua berpeluang untuk mempunyai usaha yang sama, namun yang namanya selera apalagi nilai seni pasti masing-masing punya nilai tersendiri di mata konsumen. Intinya tetap menjaga kualitas dan profesional pasti orang tetap akan pakai jasa kami," ucapnya.


Lebih lanjut diungkapkan Weda terkait keinginannya ke depan bagi bisnis yang ditekuninya saat ini akan mengembangkan lagi kreatifitas di bidang advertising seperti contoh yang sedang berjalan saat ini advertising dengan menggunakan LED billboard yang secara tidak langsung mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik.


Lebih jauh disinggung terkait usaha yang dijalankannya pada masa pandemi Covid-19, sangat berpengaruh terhadap penjualan dari produk jasanya, dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) omset yang diperolehnya menurun sampai 70 % dikarenakan masyarakat kebanyakan berdiam di rumah sehingga efektivitas dari kegiatan promosi pun berkurang. Untuk menangani kondisi tersebut, Weda pun berinisiatif untuk membuat akun youtube bekerja sama dengan band ternama di Bali dinamai “Jagir Channel” dengan konten andalannya yaitu NGELINK.


“Pandemi Covid -19 ini tentu saja berat untuk semua pelaku usaha termasuk kami dan membuat omset menurun, namun saya berinisiatif untuk mencari alternatif lain yang bisa membuat bisnis saya mampu bertahan dengan membuat konten di youtube yang sampai sekarang masih aktif,” pungkas pria yang hoby otomotif ini. 


Tidak hanya ingin menekuni usaha dalam bidang advertising, Weda pun mengembangkan usahanya di bidang kuliner dengan membuat café yang menyediakan live music performance bernama "Jeger House" yang telah dibuka pada 1 November 2021.


Selain itu, Weda pun memiliki rencana untuk memperdayakan masyarakat di sekitar Banyuatis, ia ingin membuat tempat untuk menenangkan diri atau lebih dikenal dengan “Jagir Munduk Sacred River” diperuntukan kepada orang yang ingin melepas beban pikiran dari kesibukan sehari-harinya karena di sana terdapat beberapa mata air dan suasana yang tenang dengan kondisi alam yang masih asri. Dijelaskan oleh Weda usaha yang direncanakannya ini sebagai bekal dalam mengisi kesibukan pada masa tuanya nanti. (Ag)