SMKN 3 Singaraja menjadi perwakilan Kabupaten Buleleng dalam ajang Junior Sentinel Challenge (JSC) Tahun 2026, sebuah kompetisi keamanan informasi dan keamanan siber bagi pelajar SMK yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali bekerja sama dengan Diskominfo Kabupaten/Kota se-Bali.
Babak penyisihan JSC 2026 untuk Kabupaten Buleleng berlangsung di Ruang BCC Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Selasa (9/6). Buleleng menjadi daerah terakhir pelaksanaan babak penyisihan setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar secara bergilir di seluruh kabupaten/kota se-Bali sejak 5 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten/kota dalam memberikan edukasi sekaligus kompetisi kepada generasi muda, khususnya siswa SMK bidang teknologi informasi, untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi di bidang keamanan siber.
Mewakili Kepala Dinas Kominfos Provinsi Bali, Sandiman Ahli Madya Dinas Kominfos Provinsi Bali, I Made Widiartha, S.T., M.A.P., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan babak penyisihan.
Menurutnya, JSC 2026 hadir dengan sejumlah penyempurnaan mekanisme. Jika sebelumnya kompetisi dilaksanakan secara individu, tahun ini peserta mengikuti kompetisi dalam format tim dan diawali dengan babak penyisihan di masing-masing kabupaten/kota.
“Melalui mekanisme ini, proses penjaringan peserta dapat berjalan lebih optimal serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda di seluruh Bali untuk berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan di bidang keamanan informasi. Tim dengan perolehan nilai tertinggi akan mewakili daerah masing-masing pada babak final tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Denpasar pada Juli mendatang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Junior Sentinel Challenge merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam mendorong peningkatan kapasitas generasi muda di bidang keamanan siber dan literasi digital. Sebagai daerah tujuan wisata dunia sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi digital, Bali membutuhkan sumber daya manusia yang memahami pentingnya keamanan informasi untuk mendukung keberlanjutan layanan digital, sektor pariwisata, perdagangan, hingga pemerintahan berbasis elektronik.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang keamanan siber, membangun pola pikir kritis terhadap berbagai ancaman digital, serta menjadi bagian dari human firewall yang kuat di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Komang Ery Marta Pariata, S.T., mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, namun juga menghadirkan berbagai tantangan berupa ancaman keamanan siber seperti peretasan, penyebaran malware, hingga penyalahgunaan teknologi digital.
Karena itu, JSC menjadi wadah yang penting untuk meningkatkan literasi keamanan informasi di kalangan generasi muda. Menurutnya, kompetisi ini tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi, pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta membangun semangat kolaborasi dan inovasi di bidang teknologi informasi.
“Kami sangat mengapresiasi partisipasi siswa SMK, khususnya SMKN 3 Singaraja yang mewakili Kabupaten Buleleng dalam ajang ini. Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi talenta digital yang mampu berkontribusi menjaga ruang digital yang aman dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam Junior Sentinel Challenge 2026, diharapkan siswa SMKN 3 Singaraja mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan membawa nama Kabupaten Buleleng pada babak final tingkat Provinsi Bali yang akan digelar pada Juli 2026 mendatang.