Gladi Kesiapsiagaan Gempa dan Kebakaran di RSUD Buleleng, Bangun Budaya Siaga Bencana Sejak Dini

Admin bulelengkab | 27 April 2026 | 25 kali

Momentum peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana. Salah satunya melalui pelaksanaan Gladi Kesiapsiagaan Gempa Bumi dan Kebakaran di RSUD Kabupaten Buleleng, Minggu, (26/4).


Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektor antara BPBD Kabupaten Buleleng, Polres Buleleng, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng, serta tim internal RSUD Kabupaten Buleleng.


Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Buleleng I Gusti Bagus Rony Ariyana, SH, dalam arahannya menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan membangun kebiasaan latihan kesiapsiagaan secara rutin dalam menghadapi potensi bencana.


Menurutnya, kesiapsiagaan harus dimulai dari individu hingga kelompok agar masyarakat semakin memahami risiko bencana dan mengetahui langkah penyelamatan diri saat situasi darurat terjadi.


“Melalui kegiatan ini kami ingin membiasakan latihan dan simulasi rutin dalam rencana evakuasi dan penyelamatan diri. Kesiapsiagaan harus dibangun mulai dari individu, keluarga hingga kelompok agar lebih memahami risiko dan cara evakuasi saat bencana terjadi,” ujarnya.


Direktur RSUD Kabupaten Buleleng dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK., M.Kes turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai simulasi kebencanaan sangat penting dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.


Menurutnya, rumah sakit sebagai fasilitas layanan kesehatan harus memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.“Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan secara rutin sehingga seluruh tenaga kesehatan maupun petugas rumah sakit semakin siap dalam menghadapi situasi darurat,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Bagian Operasi Polres Buleleng Kompol Made Agus Dwi Wirawan, S.H., M.H. menekankan pentingnya menjaga koordinasi yang telah terjalin baik antarinstansi. Ia berharap sinergi antar stakeholder terus diperkuat agar penanganan saat kondisi darurat dapat berjalan cepat, tepat, dan terorganisir.


Hal serupa disampaikan Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng Ketut Darmika, S.Pd yang menegaskan bahwa simulasi kebencanaan perlu dilaksanakan secara rutin sebagai langkah mitigasi.


Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan baik sebelum maupun setelah terjadinya bencana agar masyarakat semakin siap menghadapi risiko yang ada.


Setelah rangkaian arahan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana gempa bumi yang disusul skenario kebakaran di lingkungan RSUD Kabupaten Buleleng. Dalam gladi tersebut, seluruh unsur yang terlibat menjalankan peran masing-masing, mulai dari evakuasi pasien, penyelamatan korban hingga penanganan kebakaran.


Kegiatan diakhiri dengan sesi evaluasi untuk membenahi berbagai kekurangan sekaligus meningkatkan pemahaman seluruh peserta terkait langkah kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi dan kebakaran. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap budaya sadar bencana semakin tertanam di lingkungan pelayanan publik maupun masyarakat luas sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.(WD).