Peringati Bulan Bung Karno VIII, Wabup Supriatna Serukan Kebangkitan Jiwa Perjuangan Proklamator

Admin bulelengkab | 02 Juni 2026 | 37 kali

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyerukan kebangkitan jiwa perjuangan proklamator saat membuka rangkaian Peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, Senin (1/6). Seruan tersebut disampaikan sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat untuk tidak sekadar mengenang sosok Bung Karno, namun juga mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di tengah berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.


Pembukaan Bulan Bung Karno VIII diawali dengan Pagelaran Seni dan Budaya serangkaian Hari Lahir Pancasila yang dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Sang Proklamator.


Dalam sambutannya, Wabup Supriatna mengingatkan bahwa bulan Juni merupakan bulan bersejarah yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan hidup Bung Karno. Selain menjadi momentum Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, bulan ini juga menjadi bulan kelahiran Bung Karno pada 6 Juni dan bulan wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni. Karena itu, Bulan Bung Karno harus dimaknai sebagai ruang refleksi untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan dan kecintaan terhadap bangsa serta negara.


Menurutnya, tema Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, “Kawya Atma Kerthi” yang bermakna “Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator”, merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk merefleksikan sekaligus mengobarkan kembali semangat perjuangan Bung Karno dalam sanubari masing-masing. "Semangat tersebut menjadi modal penting kita dalam menghadapi tantangan pembangunan sekaligus menjaga persatuan bangsa," tegasnya.


Wabup Supriatna juga menginstruksikan seluruh komponen masyarakat untuk mengimplementasikan ajaran Trisakti yang diwariskan Bung Karno, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tetap relevan dan harus menjadi pedoman dalam membangun daerah maupun bangsa di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.


Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan yang muncul di era digital. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan ancaman berupa penyebaran informasi palsu, serangan siber, hingga ketergantungan terhadap teknologi asing.


Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mampu memperkuat literasi digital sekaligus menjaga kedaulatan bangsa melalui pemanfaatan teknologi yang bijaksana dan bertanggung jawab.


"Momentum Bulan Bung Karno harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mengedepankan sikap toleransi, meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi, adat, seni, dan budaya bangsa sendiri," tegasnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Nyoman Widiartha menjelaskan bahwa peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 bertujuan untuk memuliakan, melestarikan, dan menggelorakan nilai-nilai luhur ajaran serta keteladanan Bung Karno.


Berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama bulan Juni juga diarahkan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila, memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta melestarikan adat dan budaya lokal sebagai identitas bangsa.


Pembukaan Bulan Bung Karno VIII berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni budaya, mulai dari Tari Pancasila, tabuh kreasi, tari penyambutan, Joged Bumbung kolaborasi bondres, hingga penampilan grup musik lokal Buleleng.


"Pagelaran tersebut menjadi simbol bahwa semangat perjuangan Bung Karno tidak hanya diwariskan melalui gagasan dan pemikiran, tetapi juga melalui pelestarian seni dan budaya sebagai jati diri bangsa," ungkap Widiartha.


Untuk diketahui, angkaian Bulan Bung Karno VIII akan berlangsung sepanjang Juni 2026 hingga tingkat desa dan kelurahan se-Kabupaten Buleleng. Berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan budaya telah disiapkan, mulai dari donor darah, aksi bersih sampah, distribusi bantuan sosial, sosialisasi wawasan kebangsaan, hingga program pemberdayaan masyarakat.


Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap semangat perjuangan Bung Karno terus hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata demi kemajuan daerah, bangsa, dan negara. (Suy)