Ikuti Kami

Undiksha riset Robot Penulis Aksara Bali

Admin bulelengkab | 25 April 2016 | 219 kali

disbudpar | Bahasa Bali, termasuk Aksara Balinya, dikhawatirkan menuju kepunahan. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan bahwa walaupun pendidikan Bahasa Bali telah masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah, tetapi makin jarang orang yang fasih berbahasa Bali. Hal ini disebabkan karena dalam komunikasi keseharian di masa sekarang, masyarakat Bali cenderung menggunakan Bahasa Indonesia daripada bahasa Bali. Menggunakan Bahasa Bali, terutama berbahasa Bali yang baik dan benar dianggap sulit terkait sor singgih atau tingkatan bahasa, sehingga penggunaan Bahasa Indonesia lebih sering digunakan. Hal tersebut sangat mengkhawatirkan, karena kalau keadaan ini dibiarkan terus terjadi, maka lama kelamaan Bahasa Bali akan menghilang. Semakin minimnya pengguna atau penutur bahasa Bali telah lama memunculkan kekhawatiran ancaman kepunahan bahasa daerah ini. Pada dasarnya, bahasa merupakan budaya sebuah bangsa. Karena itu, kekhawatiran terhadap kepunahan bahasa Bali juga berarti ancaman bagi kepunahan kebudayaan Pulau Bali sebagai tujuan wisata utama Indonesia. Alissa Stern mengatakan bahwa “As with endangered species, the goal with languages should not be to wait until there are only a few remaining survivors and then place them under protection (i.e. make recordings of the last speakers). Rather, we should take the more sustainable path of preserving the diverse natural habitats where minority languages are spoken. This means taking a cultural, political and even economic approach to saving languages ... and starting as soon as possible. “Terkait dengan “sustainable path of preserving” seperti disebutkan di atas, penelitian di Program Magister Ilmu Komputer (http://pasca.undiksha.ac.id/ilkom/) serta didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupateng Buleleng (http://disbudpar.bulelengkab.go.id/) mengambil pendekatan teknologi, melengkapi pendekatan budaya, politik, dan ekonomi dalam pelestarian Bahasa Bali, yaitu melalui pengembangan robot penulis Aksara Bali.
 
Jika pada bagian sebelumnya Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan bahwa semakin jarang orang yang fasih berbahasa Bali maka lebih sedikit lagi orang yang mampu menulis dengan Aksara Bali. Hal tersebut terjadi karena tata cara penulisan Aksara Bali relatif sulit secara substansi, alokasi waktu untuk materi pelajaran menulis Aksara Bali pada jenjang pendidikan dasar dan menengah sangat terbatas, dan semakin berkurang orang yang ahli dalam penulisan Aksara Bali, sehingga penggunaan Aksara Bali kini semakin jarang digunakan dan lingkup pemakaiannya semakin sempit. Lebih lanjut menyatakan bahwa keberlangsungan penggunaan Aksara Bali harus dipertahankan melalui empat jalur, yaitu agama (Hindu), pendidikan (informal, formal, dan nonformal), kebudayaan, dan teknologi. Dalam bidang teknologi untuk melestarikan penggunaan Aksara Bali diperlukan sebuah alat untuk dapat membantu memahami penulisan Bahasa Bali menggunakan Aksara Bali. Alat bantu yang dimaksud adalah komputer.
 
Terkait dengan pendekatan teknologi di atas, peta jalan penelitian ini dimulai dari usaha untuk melakukan komputerisasi, yaitu dengan cara memasukkan Aksara Bali dalam standar karakter Unicode dan menghasilkan font Bali Simbar yang bisa digunakan pada saat menggunakan Microsoft Word dengan cara meng-install font tersebut (Suatjana, 2010). (Sartini dkk, 2012) melakukan pengembangan algoritma text to digital image converter untuk dokumen Aksara Bali, di mana aplikasinya berjalan pada platform Microsoft Windows. Aplikasi penulis aksara Bali, Tamiang, dari SMKN 1 Denpasar (Prasetya, 2014) mengatasi ketergantungan terhadap satu produk (Microsoft Word) dan berjalan pada multi platform (Windows, Linux, MacOS). 
 
Berdasarkan uraian di atas, komputerisasi Aksara Bali masih sebatas aplikasi di layar komputer. Pendekatan lain terkait perkuatan kelestarian Aksara Bali melalui integrasi teknologi adalah inisiasi robot penulis Aksara Bali yang dilakukan oleh I Gusti Ngurah Putra Arimbawa, yang memberikan gambaran awal bagaimana robot dapat menulis Aksara Bali dengan mengadopsi pergerakan tangan manusia. 
Download disini