Utsawa Merdangga Gong Kebyar Sanggar Seni Buleleng Dimeriahkan Tarian dari Blitar

  • admin_bulelengkab
  • 19 Desember 2018
  • Dibaca: 325 Pengunjung

Utsawa Merdangga Gong Kebyar Sanggar Seni se – Kabupaten Buleleng 2018 dimeriahkan oleh pagelaran tari dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Pagelaran selama  tiga hari dari tanggal 17 sampai 19 Desember di Gedung Kesenian Sasana Budaya itu menampilkan enam sanggar dengan pola penampilan mebarung. Pada hari pertama, yang disaksikan ratusan penonton itu menyajikan Sanggar Dwi Mekar dengan sanggar Santhi Budaya. 

Dalam kesempatan itu, Wakil bupati Buleleng Nyoma Sutjidra menyerahkan tiga penghargaan pengakuan nasional warisan budaya tak benda khas Buleleng yang sebelunya diberikan oleh Menteri Kebudayaan RI. Penyerahan diberikan kepada perwakilan dari masing-masing peerus warisan kebudayaan tak benda itu, yaitu untuk tarian Teruna Jaya, tenun songket Desa Beratan dan tradisi Nyakan Diwang Desa Banjar.

Wakil Bupati yang mewakili Bupati Buleleng dalam sambutannya menyatakan terimakasih kepada Kementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia yang memfasilitasi pagelaran tersebut. Sementara itu kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Blitar juga disampaikan terimakasih atas diboyongnya salah satu tarian khas Blitar untuk memerihakan Utsawa Merdangga Gong Kebyar. Diharapkan ke depannya Buleleng juga bisa mengirim duta keseniannnya ke Kabupaten Blitar sehingga terjadi silaturahmi budaya yang semakin memperkuat semangat persaudaraan NKRI.

Duta tarian dari Blitar mengusung lakon kepahlawanan  Bondan Palupi, seorang perempaun pejuang yang semangat kepahlawannya terinspirasi dari perjuangan Bung Karno dalam mengusir penjajah. Tarian ini dibawakan oleh sejumlah penari perempuan dengan sorang dalang laki. Dengan gerakan yang lembut, tegas dan kompak para penari memeragakan ketangkasan sekaligus kesabaran seorang Bondan Palupi. Ratusan penonton yang memadati Sasana Budaya kekuarang tempat duduk sehingga penonton yang duduk di lesehean belakang merasa terganggu dengan penonton yang berada di depannya manakala penononton itu berdiri menghalangi pandangan penonton di belakang, akibatnya mereka sempat ribut, tapi kemudian tertib kembali untuk bersama-sama menyimak tampilan demi tampilan pertunjukan.(st) 


Share Post :