Panen Perdana Padi Sehat M400 di Subak Gede Padangbulia

  • Admin Bulelengkab
  • 24 Mei 2019
  • Dibaca: 140 Pengunjung

Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra melakukan panen perdana padi sehat M400 yang diujicoba di lahan pertanian yang bertempat di Subak Gede, Desa Padangbulia, Sukasada. Padi sehat M400 ini merupakan bibit padi unggul yang memiliki banyak kelebihan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Acara panen perdana ini diisi dengan pemotongan tanaman padi pertama oleh Wabup Sutjidra didampingi oleh didampingi Ketua HKTI, Kepala Dinas Pertanian, Perbekel Desa Padangbulia, dan Kelian Subak Gede. Usai panen, Wabup Sutjidra melakukan kunjungan dan dialog dengan para petani Subak Gede.

Ditemui usai berdialog dengan petani, Wabup Sutjidra menjelaskan program penanaman padi sehat M400 ini merupakan wujud komitmen dari Pemkab Buleleng di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Ke depannya Pemkab Buleleng akan melakukan pembinaan terhadap tiga desa di masing-masing kecamatan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng agar para petani bisa diberdayakan untuk melakukan optimalisasi lahan pertanian dan mengembalikan kesuburan tanah guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian, sehingga bisa membangkitkan pertanian di desa seperti yang telah dilakukan di Subak Gede Padangbulia.

Terkait kualitas gabah padi sehat M400 yang telah dipanen, Wabup Sutjidra mengungkapkan padi varietas tersebut jauh lebih bagus dibandingkan dengan varietas yang pernah ada sebelumnya. Secara kuantitas juga meningkat signifikan, terlihat dari hasil panen berupa gabah kering pada 1 hektar sawah rata-rata mencapai hingga 9 ton, jauh dari hasil panen dari varietas sebelumnya yang rata-rata hanya mencapai 6,2 ton. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi hasil pertanian ini tentunya akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani. Petani akan lebih termotivasi dalam bertani. Segala pembinaan kepada krama Subak akan dilakukan secara bersinergi dengan Pemkab Buleleng sebagai koordinator melalui Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan. Instansi lain terkait dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Wabup Sutjidra menambahkan, para petani akan diarahkan untuk menggunakan pupuk organik, hal ini karena dengan menggunakan pupuk organik dapat meningkatkan kualitas hasil panen sehingga akan meningkatkan daya jual dari produk mereka. Selain itu juga petani dihimbau agar tidak langsung menjual produk. Wabup mengungkapkan pihaknya melalui Dinas Ketahanan Pangan siap menyerap hasil produksi pertanian dengan harga yang wajar bagi petani “Ini betul-betul kita hitung dari biaya produksi, petani masih bisa tersenyum” ujarnya.

Sementara itu, I Komang Pasek Merta selaku Kelian Subak Gede Padangbulia mengungkapkan padi sehat M400 ini telah ditanam di 1,4 hektar lahan pertanian di wilayahnya. Lanjut Pasek, padi sehat M400 ini memiliki keunggulan yang menonjol dari segi kekuatan batangnya, hal ini terbukti dari ketahanan tanaman padi yang tidak tumbang meski terguyur hujan. Selain itu padi sehat m400 ini memiliki kelebihan isi bulirannya yang lebih panjang dengan umur panen selama 3,5 bulan yang tidak berbeda dengan padi varietas lainnya. Berasnya dapat mencapai harga Rp. 25.000,- per kilogram. Pasek melanjutkan, petani di wilayahnya mengikuti pembinaan dari pemerintah dengan selalu menggunakan pupuk organik. “Sesuai dari pernyataan HKTI, harus menggunakan pupuk organik” jelas Pasek. (cnd-wir)


Share Post :