Obrolan Pagi Bupati di Radio Guntur FM

  • admin_bulelengkab
  • 08 Januari 2019
  • Dibaca: 300 Pengunjung

Acara Obrolan Pagi di Radio Guntur FM, pada hari Selasa,8/12, menghadirkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Mengusung tema “ Membangun Buleleng Dengan Semangat Baru 2019” itu dipandu oleh wartawan yang juga presiden Komunitas Jurnalis Buleleng Ketut Wiratmaja. 

Dalam obrolan santai itu, Bupati antaralain memaparkan gambaran umum pembangunan di  Buleleng yang sudah berlangsung. Dengan kondisi Buleleng paling luas dan jumlah penduduk paling banyak di Bali, serta sebaran tinggal penduduk yang jauh-jauh di bukit mempengaruhi angka kemiskinan  serta perlunya pembangunan infrastruktur yang merata agar akses perekonomian dari pelosok desa ke pusat-pusat perdagangan bisa lancar. 

Diakui masih banyak adanya ketertinggalan di Buleleng dibandingkan wilayah Bali lainnya. Untuk mengejar ketertinggalan,banyak hal yang harus dilakukan. Diantara yang sudah dilakukan adalah pembangunan infrastruktur jalan di pedesaan serta pembangunan jalan usaha tani yang sudah digenjot sejak awal Bupati Putu Agus Suradnyana menjadi Bupati di tahun 2012. Pembangunan infrastruktur jalan itu juga untuk menjawab berbagai kebtuhan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan masyarakat karean dengan adanay jalan yang bagus, akses untuk mengenyam pendidikan maupun mendapat pelayanan kesehatan lebih lancar.

Diungkapkan semua tujuan pembangunan yang dilakukan adalah untuk  kesejahteraan masyarakat Buleleng serta meningkatkan daya saing sehingga nantinya jika pembangunan jalan shortcut dan bandara di Buleleng selesai masyarakat tidak hanya menjadi pengguna saja tapi mampu bersaing di dalamnya. “Hal ini sudah saya sampaikan dalam visi misi saya dalam pilbup kedua yang lalu, yaitu:  Memantapkan pembangunan ekonomi di Buleleng, pengembangan ekonomi kerakyatan, peningkatan sumber daya manusia agar memiliki daya saing serta memantapkan partisipasi pemangku kepentingan,” tegasnya.

Terkait koordinasi masing-masing SKPD, Bupati mengaku masih perlu ditingkatkan. Sementara itu mengenai event kebudayaan yang digelar selama ini melalui berbagai festival, seperti Buleleng Festival dan festival lainnya di kecamatan, sudah berhasil menggairahkan masyarakat melestraikan seni budayanya. “ Dulu, ketika pertama kalinya digelar banyak yang mengejek, tapi sekarang banyak yang memuji karena festival itu mebuat anak-anak, remaja sampai orangtua mulai bergairah melatih daya berkeseniannya,” kenangnya.

Bupati mengaku, ketika membuat kebijakan pembangunan, sudah memikikan impactnya. Misalnya  dalam membangun rumah sakit daerah. “Apa pun rintangannnya, saya jalani, saya lobi, berat sekali tanangannya. Tapi setelah terwujud saya dapatkan impactnya yaitu kesejahteraan. Dulu omongan orang soal kota pendidikan sebatas wacana, tapi kini begitu saya naikkan kualitas pembangunan rumah sakit serta alat-alat kesehatannya ditingatkan dampaknya ada fakultas kedokteran di Undiksha,” ucapnya.

Masih banyak yang disampaikan dalam obrolan itu, yaitu soal pertanian di Buleleng yang terus diupayakan agar pemasaran hasi pertanian di Buleleng bisa lancar dan harganya lebih baik. Kemudian dalam sesi interaktif dimana pendengar di rumah bisa menelpon memberi pertanyaan atau berkomentar, tercatat ada sebanyak 5 penelpon serta sms yang masuk. Mereka selain bertanya juga memberi pujian terhadap pembangunan yang dipimpin oleh Bupati Putu Agus Suradnyana.(st) 


Share Post :