Bansos Rastra akan bertransformasi menjadi BPNT

  • Admin Bulelengkab
  • 22 Mei 2019
  • Dibaca: 464 Pengunjung

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Sosialisasi Transformasi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) Menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan melibatkan 330 orang peserta dari Anggota Tim Koordinasi Program Bansos Pangan, Camat, Lurah, dan Perbekel se-Kabupaten Buleleng pada Rabu (22/5) bertempat di Gedung Laksmi Graha Singaraja. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Dinsos Kabupaten Buleleng Nyoman Mariani Febrianti, serta dari Polres Buleleng, Kejaksaan Negeri Buleleng, Bappeda Litbang, dan BRI.

Dalam Sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Buleleng Ni Made Rousmini, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengungkapkan mendukung penuh program BPNT yang merupakan salah satu dari program-program pengentasan kemiskinan yang tepat untuk direalisasikan di Kabupaten Buleleng yang masih memiliki banyak masyarakat yang masuk dalam golongan miskin dan membutuhkan bantuan dari pemerintah. Bupati berharap dengan dilaksanakannya BPNT dapat meningkatkan perkembangan dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Buleleng.

Ditemui usai membacakan sambutan Bupati, Ni Made Rousmini mengungkapkan BPNT memiliki fungsi yang tidak berbeda dengan Bansos Rastra yakni untuk memberikan bantuan pangan terhadap masyarakat, hanya dalam implementasinya penerima bantuan menggunakan kartu untuk kemudian ditukarkan dengan bantuan pangan. Kartu ini diterapkan untuk meminimalisir penyimpangan yang terjadi dalam pendistribusian bantuan pangan agar menjadi lebih tepat sasaran dan tepat guna. Made Rousmini mengharapkan dengan diadakannya sosialisasi ini para peserta dapat meneruskan kembali segala informasi mengenai BPNT yang didapatkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Nyoman Mariani Febrianti yang juga selaku Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin menjelaskan masyarakat yang ingin mengikuti program BPNT ini perlu mengikuti 4 tahapan. Tahapan pertama yakni registrasi yang ditangani langsung oleh pihaknya langung turun ke desa-desa, kemudian masyarakat yang telah registrasi akan dibuatkan rekening pada bank penyalur, setelah itu kartu akan dibagikan, hingga seterusnya penyaluran bantuan pangan akan dilakukan dengan kartu tersebut. Keempat tahapan ini ditargetkan akan selesai dalam waktu 105 hari. Penyaluran bantuan akan diberikan uang ke rekening kartu senilai Rp 110.000,- secara rutin setiap bulan, uang tersebut hanya dapat ditukarkan dengan pangan berupa beras dan telur di e-warung yang telah ditunjuk oleh bank penyalur. Mengenai keunggulan BPNT dibanding dengan Bansos Rastra, Kabid Mariani menerangkan BPNT ini menggunakan data yang terdapat dari Basis Data Terpadu (BDT) sehingga data masyarakat yang membutuhkan akan lebih akurat. Selain itu, dengan penggunaan sarana kartu maka distribusi bantuan akan disalurkan sesuai dengan data masyarakat tersebut. Sehingga penyelewengan seperti penyaluran bantuan terhadap masyarakat yang tidak berhak menerima bantuan dapat diminimalisir. “Dengan BPNT ini dia (masyarakat) membawa kartu, jadi haknya dia (terhadap bantuan) penuh dia pegang” jelasnya. (cnd)


Share Post :