Pahami Cara Berkendara Sepeda Motor yang Baik dan Benar Ini

  • Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan
  • 26 April 2018
  • Dibaca: 6184 Pengunjung

Pengendara motor sudah seharusnya mengetahui bagaimana cara mengendarai sepeda motor yang baik dan benar. Hal ini merupakan salah satu dari berbagai aspek keselamatan berkendara di jalan raya. Selain mencegah kecelakaan yang angkanya semakin tinggi saat ini, juga demi terwujudnya kenyamanan dengan sesama pengendara lainnya. 

Berikut ini ulasan yang penting untuk Anda ketahui sebagai pengendara motor yang hendak melakukan perjalanan.

Sebelum berkendara

  • Pastikan tubuh dan mental dalam kondisi yang sehat dan fit untuk berkendara. Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan pada saat mengendarai sepeda motor yakni salah satu hal yang sangat penting.
  • Jangan lupakan helm serta pakaian yang nyaman. Helm berperan penting melindungi bagian tubuh terpenting dari manusia yaitu kepala. Gunakan jaket lengan panjang dan celana panjang yang nyaman di tubuh pengendara ketika mengendarai sepeda motor. Tidak dianjurkan menggunakan sandal bahkan bertelanjang kaki saat mengendarai sepeda motor untuk menghindari terjadinya cedera.
  • Cek kembali ban, rem, kaca spion, serta lampu untuk keselamatan diri. Periksa tekanan angin ban, fungsi rem, posisi kaca spion, dan fungsi semua lampu mencakup lampu sein, lampu rem, ataupun lampu depan.

Saat berkendara

  • Pada saat kondisi macet yang mengharuskan pengendara motor menurunkan kaki, biasakan menggunakan kaki kiri. Bila menurunkan kaki kanan, akan ada risiko kaki kanan tersambar pengendara lain yang cukup besar. Pasalnya posisi mendahului pada lalu lintas di Indonesia berada di sebelah kanan.
  • Posisi kedua tangan yang benar ketika memegang stang menyudut atau menyiku, kedua tangan tidak dalam posisi tegang atau lurus. Usahakan posisi tubuh dalam keadaan rileks, tidak tegang atau kaku.
  • Gunakan empat jari ketika mengerem. Sebaiknya jangan menggunakan dua jari karena selain tidak maksimal, putaran mesin masih belum berhenti secara full.
  • Sesuaikan jarak pengereman dengan objek di depan dengan laju kecepatan. Misalnya, dalam kecepatan 60 km/jam, jarak ideal pengereman sudah dilakukan 60 meter dari objek di depan Anda.
  • Usahakan kedua kaki Anda sejajar dengan 'sayap' bagian luar sepeda motor bila motor Anda motor bebek, dan untuk jenis motor sport, maka kedua lutut Anda harus menempel pada tangki.
  • Saat Anda ingin berpindah jalur, sangat penting untuk memberi tanda ke arah yang hendak dituju bagi pengendara lain dengan cara menyalakan lampu sein 3 detik sebelumnya.
  • Pengendara harus fokus memerhatikan kaca spion, terutama memeriksa kendaraan di belakangnya sebelum berpindah jalur.
  • Saat belok ke kiri atau ke kanan di persimpangan, nyalakan lampu sein 30 meter sebelum mendekati persimpangan untuk memberikan tanda arah yang hendak dituju kepada pengguna jalan yang lain.
  • Waspadalah selalu untuk  melihat permukaan jalan di depan Anda, sebab ada beragam bentuk lubang di permukaan jalan serta perbedaan ketinggian pada bahu jalan.
  • Ketika jatuh, sebaiknya motor dilepas dan jangan dipegang. Hal ini bertujuan untuk menghindari cedera yang lebih fatal akibat tertindih atau terbentur komponen-komponen motor.
  • Pilihlah asuransi kendaraan motor sebagai tindakan antisipasi jika terjadi kecelakaan. Setiap orang tidak tahu risiko yang akan menimpa di masa mendatang, maka dari itu tidak ada salahnya mengambil langkah ini sejak dini. Asuransi kendaraan terbaik memiliki proses klaim yang tidak berbelit-belit dan paham akan kebutuhan Anda.

 

Share Post :