Menyambut Gigi Sulung serta Perawatannya (2)

  • Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng
  • 11 Pebruari 2019
  • Dibaca: 80 Pengunjung

Gigi menjadi salah satu bagian tubuh yang wajib dijaga kebersihannya sejak awal tumbuh. Proses tumbuh gigi anak diawali dengan gigi susu yang berjumlah 20 buah. Gigi pada anak mulai terlihat di dalam mulut saat usia 6-30 bulan.

 

Pada usia 6 tahun, satu per satu gigi susu tersebut mulai tanggal dan berganti dengan gigi sulung. Diawali dari gigi seri bawah hingga muncul gigi taring atas atau gigi geraham atas pada usia 12 tahun.

Pertumbuhan gigi sulung ini penting karena memiliki banyak fungsi. Di antaranya mengunyah, estetika dan juga menuntun arah pertumbuhan gigi tetap.

Gigi sulung yang tidak dirawat tentu akan mempengaruhi fungsi gigi sehingga dapat menggangu pertumbuhan dan perkembangan. Menurut drg. Witriana Latifa, Sp.KGA, dokter gigi sekaligus dosen ini, perawatan gigi sulung dimulai dengan memelihara kebersihan gigi dan mulut.

”Sebagai orangtua, kita harus memperhatikan atau memilih makanan yang benar. Misalnya, membatasi konsumsi manis dan keras serta yang bertahan lama dalam mulut seperti permen, caramel, coklat dan sebagainya,” urai drg. Latifa dalam penjelasannya melalui surel.

Selain itu, orangtua juga harus memperhatikan cara makan anak yang benar, misalnya tidak mengemut atau menyimpan makanan dalam mulut. Anak juga dapat mulai diperkenalkan cara memakai benang gigi.

Perlu diketahui, jika gigi yang rusak dan sering sakit, dampak yang terjadi akan menyebabkan anak malas makan dan mengunyah. Jika malas makan tentu akan mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan. Apalagi anak dalam masa tumbuh kembang memerlukan asupan gizi yang cukup untuk tumbuh optimal.

Sedangkan jika anak malas mengunyah juga dapat mempengaruhi perkembangan rahang. Hal itu menyebabkan rahang tak dapat menampung erupsi gigi tetap dan mengakibatkan susunan gigi berjejal.

Susunan gigi yang berjejal selain kurang baik dipandang juga menyulitkan pembersihan gigi sehingga pada akhirnya dapat menimbulkan kerusakan atau gangguan pada gigi dan jaringan sekitarnya.

Selain itu, gigi sulung yang rusak juga dapat berdampak pada psikologis. Anak menjadi rendah diri karena menjadi subyek olok-olok karena gigi yang hitam, rusak, dan ompong.

Untuk memaksimalkan perawatan, sebaiknya orang tua membawa anak ke dokter gigi. Lanjutkan  perawatan dirumah dengan banyak mengonsumsi buah atau sayur yang berserat serta berkumur dengan air putih.  (Bunga Kusuma Dewi – Ibu rumah tangga; Foto - Fuji Rahman)

 

Share Post :