KEBERADAAN PKH DI BULELENG

  • BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INOVASI DAERAH
  • 14 Januari 2021

Program Keluarga Harapan (PKH) sudah berjalan sejak tahun 2007 di Buleleng, Bali. Hingga saat ini, sudah terdapat setidaknya 25.569 penerima manfaat PKH yang disebut dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penelitian ini dilakukan untuk meninjau implementasi dari PKH yang dilihat dari aspek input, proses, dan output. Beberapa aspek psikologis yang relevan juga diukur untuk menjelaskan kondisi psikologis para penerima PKH, diantaranya kesejahteraan psikologis (psychological well-being), harapan (hope), dan persepsi (perception). Hasil yang diperoleh diantaranya :

  • Dari aspek input, masih terdapat 53,3% penerima PKH yang tidak memenuhi syarat menjadi penerima PKH. Hal ini dikarenakan banyak dari responden yang tidak memenuhi kriteria kemiskinan yang ditetapkan oleh pemerintah.
  • Dari aspek proses, pelaksanaan PKH ini dianggap sudah berjalan dengan efektif. Hal ini menunjukkan bahwa proses pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah daerah sudah berjalan dengan baik serta mendapatkan respon yang positif dari para penerima PKH.
  • Dari aspek output, mayoritas responden (63,3%) sudah menjalankan kewajiban sebagai penerima PKH dengan baik, sedangkan sebanyak 33,7% masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Terdapat banyak kendala yang dialami oleh responden yang menyebabkan diperolehnya hasil ini, diantaranya kondisi pandemi yang menyebabkan tingginya kebutuhan akan koneksi internet untuk pendidikan, tidak adanya home visit, serta adanya kewajiban-kewajiban adat yang harus dilakukan.
  • Dari aspek psikologis, program PKH ini ternyata memberikan dampak psikologis yang cukup positif. Persepsi masyarakat penerima PKH tergolong baik dalam artian mereka benar-benar menerima program PKH ini sebagai sebuah program yang berkualitas dan berpotensi untuk memperbaiki kondisi kehidupan mereka saat ini. Penerimaan adalah layer pertama seseorang untuk menerima sesuatu. Untuk ke depannya, maka kita hanya perlu untuk memberikan sosialisasi dengan lebih repetitif agar program PKH ini dapat diterima dengan lebih jelas dan tidak terlupakan. Pada aspek harapan, program PKH ini masuk ke dalam kategori sedang. Kategori sedang ini dapat dimaknai bahwa sudah mulai terbentuk harapan dalam diri masyarakat bahwa PKH ini dapat memberikan mereka kehidupan yang lebih baik. Program PKH telah terbukti mampu memberikan stimulus pada masyarakat untuk tidak lagi berada di dalam kemiskinan. Untuk ke depannya, harapan ini perlu ditingkatkan kembali dan apabila memungkinkan untuk mendata harapan setiap orang sehingga mempermudah untuk berkoordinasi dengan dinas terkait. Yang terakhir yaitu pada aspek kesejahteraan psikologis, masuk ke dalam kategori sedang. Ini berarti bahwa program PKH mampu memberikan kesejahteraan psikologis yang cukup bagi para penerimanya. Kesejahteraan psikologis ini sangat penting karena akan mempengaruhi bagaimana sikap dan tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat yang sejahtera khususnya dalam aspek psikologis akan menciptakan situasi bermasyarakat yang kondusif, aman dan tentram. (Balitbang/20).
Share Post :