EFEKTIVITAS PESERTA PKH DI BULELENG

  • BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INOVASI DAERAH
  • 14 Januari 2021

Efektivitas output dilihat dari pemenuhan kewajiban para peserta PKH berdasarkan komponen PKH (Kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial) yang dimiliki. Berikut hasil yang diperoleh:

Wilayah

Kriteria Output

Tidak Efektif

Efektif

Total

Kecamatan Banjar

Frekuensi

35

74

109

Persentase

32,1%

67,9%

100%

Kecamatan Buleleng

Frekuensi

41

54

95

Persentase

43,2%

56,8%

100%

Kecamatan Busungbiu

Frekuensi

44

40

84

Persentase

52,4%

47,6%

100%

Kecamatan Gerokgak

Frekuensi

58

72

130

Persentase

44,6%

55,4%

100%

Kecamatan Kubutambahan

Frekuensi

33

62

95

Persentase

34,7%

65,3%

100%

Kecamatan Sawan

Frekuensi

6

83

89

Persentase

6,7%

93,3%

100%

Kecamatan Seririt

Frekuensi

33

77

110

Persentase

30%

70%

100%

Kecamatan Sukasada

Frekuensi

30

67

97

Persentase

30,9%

69,1%

100%

Kecamatan Tejakula

Frekuensi

2

2,2%

91

Persentase

89

97,8%

100%

Kabupaten Buleleng

Frekuensi

282

618

900

Persentase

31,3%

68,7%

100%

 

Dari tabel di atas didapatkan informasi bahwa:

  • Untuk kecamatan Banjar, sebesar 32,1% responden tidak memenuhi kriteria sesuai (tidak efektif), sedangkan sebesar 67,9% responden memenuhi kriteria sesuai (efektif).
  • Untuk kecamatan Buleleng, sebesar 43,2% responden tidak memenuhi kriteria sesuai (tidak efektif), sedangkan sebesar 56,8% responden memenuhi kriteria sesuai (efektif).
  • Untuk kecamatan Busungbiu, sebesar 52,4% responden tidak memenuhi kriteria sesuai (tidak efektif), sedangkan sebesar 47,6% responden memenuhi kriteria sesuai (efektif).
  • Untuk kecamatan Gerokgak, sebesar 44,6% responden tidak memenuhi kriteria sesuai (tidak efektif), sedangkan sebesar 55,4% responden memenuhi kriteria sesuai (efektif).
  • Untuk kecamatan Kubutambahan, sebesar 34,7% responden tidak memenuhi kriteria sesuai (tidak efektif), sedangkan sebesar 65,3% responden memenuhi kriteria sesuai (efektif).
  • Untuk kecamatan Sawan, sebesar 6,7% responden tidak memenuhi kriteria sesuai (tidak efektif), sedangkan sebesar 93,3% responden memenuhi kriteria sesuai (efektif).
  • Untuk kecamatan Seririt, sebesar 30% responden tidak memenuhi kriteria sesuai (tidak efektif), sedangkan sebesar 70% responden memenuhi kriteria sesuai (efektif).
  • Untuk kecamatan Sukasada, sebesar 30,9% responden tidak memenuhi kriteria sesuai (tidak efektif), sedangkan sebesar 69,1% responden memenuhi kriteria sesuai (efektif).
  • Untuk kecamatan Tejakula, sebesar 2,2% responden tidak memenuhi kriteria sesuai (tidak efektif), sedangkan sebesar 97,8% responden memenuhi kriteria sesuai (efektif).
  • Secara keseluruhan di kabupaten Buleleng, sebesar 31,3% responden tidak memenuhi kriteria sesuai (tidak efektif), sedangkan sebesar 68,7% responden memenuhi kriteria sesuai (efektif).

Berdasarkan hasil yang diperoleh, di setiap kecamatan masih terdapat penerima PKH yang tidak menjalankan kewajibannya menggunakan bantuan yang diterima dari PKH, walaupun presentasenya tidak lebih besar daripada penerima PKH yang menjalankan kewajibannya menggunakan bantuan dari PKH. Secara keseluruhan di Kabupaten Buleleng, presentase yang efektif jauh lebih besar daripada yang tidak efektif. Namun demikian, hasil yang agak berbeda terlihat pada Kecamatan Busungbiu dimana jumlah yang tidak efektif (52,4%) lebih besar daripada yang tidak efektif (47,6%). (Balitbang/20).

Share Post :