Cara Budidaya Lele Dengan Sistem Bioflok

  • Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng
  • 29 Januari 2018
  • Dibaca: 5960 Pengunjung

Budidaya ikan lele merupakan salah satu budidaya di bidang perikanan yang terus berkembang. Ini dikarenakan teknologi budidaya lele yang realtif mudah di kuasai masyarakat. Beberapa tahun kebelakang sistem yang dipakai dalam budidaya lele adalah sistem autotrof. Namun cara itu mempunyai kelemahan yaitu keterbatasan dalam memanfaatkan limbah budidaya.

Pengertian Teknologi Bioflok

Bioflok bisa diartikan sebagai gumpalan ( flok ) dari berbagai campuran heterogen mikroba ( plankton, protozoa, fungi ), partikel, polimen organik, koloid dan kaiton yang saling berinteraksi dengan sangat baik di dalam air.

Prinsip Dasar Sistem Bioflok

Prinsip dasar dari sistem bioflok ini adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang di dalamnya berisi senyawa karbon ( C), Oksigen (O), Hidrogen (H), Nitrogen (N) menjadi massa slugde berbentuk bioflok dengan cara memanfaatkan bakteri pembentuk gumpalan/flok yang mengubah biopolymer sebagai bioflok. Dalam penerapnnya dalam budidaya perairan dalam hal ini budidaya lele, teknologi bioflok memanfaatkan nitrogen anorganik menjadi nitrogen organik yang tidak beracun. nitrogen yang sudah diubah ini bsia digunakan untuk pakan lele, sehingga lebih hemat biaya.

Cara Budidaya Lele Bioflok dengan Kolam Terpal Bulat

Setelah kamu mengetahui apa itu sistem bioflok, kini saatnya menambah pengetahuan kamu tentang cara budidaya lele menggunakan sistem bioflok.

Yang harus pertama dibuat tentu saja kolam untuk menampung ikan lele. Karena kolam sebagai rumahnya ikan, maka diperlukan syarat-syarat khusus agar tingkat keberhasilan dalam budidaya ikan lele bisa maksimal. Secara umum ada 4 jenis kolam yang biasa digunakan oleh sebagian besar pembudidaya, yaitu

  • kolam dari beton
  • kolam dari tanah
  • kolam kotak dari terpal
  • kolam bulat dari terpal

Dari keempat itu yang banyak dipakai adalah bahan dari terpal karena lebih efisien ( gampang bongkar pasang ) dan hemat biaya.Untuk pembahasan kali ini, saya akan membahas kolam lele dengan terpal khususnya kolam terpal bulat.

Cara pembuatan kolam terpal bulat

Setelah semuanya telah disiapkan, kini saatnya kita buat kolam terpal bulatnya.

  1. Potong besi wire-mesh menjadi dua bagian sehingga terbentuk dua ukuran 5.4m x 1.05m sebanyak dua buah.
  2. Kemudian gabungkan 2 besi wire-mesh tadi menggunakan las, maka terbentuk ukuran 10.8m x 1.05m.
  3. Satukan kedua ujung besi wire-wesh sehingga berbentuk bulat. Sampai disini rangka kolam sudah jadi.
  4. Buatlah lahan atau tempat untuk menaruh kerangka kolam tadi. Buat dengan ukuran yang sama dengan kerangka dan bagian tengah lahan dibikin mengerucut. Lalu buat saluran pembuangan pada bagian tengah tadi.
  5. Letakan pipa PVC di lubang saluran yang telah dibuat.
  6. Letakan kerangka kolam pada lingkaran tanah/lahan berbentuk kerucut tadi.
  7. Pasang karpet talang di setiap sisi dalam kerangka besi dan diikat dengan kabel ties.
  8. Kemudian pasanglah terpal dengan rapi hingga membentuk sebuah kolam bundar.
  9. Pada bagian tengahnya di beri lubang untuk menempatkan pipa PVC untuk saluran pembuangan dan kolam sudah bisa digunakan.

Persiapan Air

Kolam ikan lele sudah kita buat, kini saatnya mempersiapkan air untuk pembesaran lele. Masukan air dengan ketinggian kira-kira 80-100 cm. Di hari ke dua, masukan probiotik 5ml/m3. Hari ketiga masukan prebiotik : molase 250 ml/m3, pada malam harinya taburkan dolomite 150/200g/m3. Setelah semuanya tercampur, diamkan media pembesaran lele selama 7 hingga 10 hari. Baru di hari ke 11 lakukan penebaran benih ikan lele.

Penebaran Benih Ikan Lele

Sebelum melakukan penebaran benih, perlu diperhatikan terlebih dahulu kualitas benih lele. Benih harus dari induk unggulan, harus sehat denagn ciri-ciri gerakan aktif, organ tubuh lengkap, bentuk proposional dan ukuran serta warna sama. Setelah penebaran benih selesai, tambahkan prebiotik 5 ml/m3 keesokan harinya.

Susulan Probiotik

Sebelum benih ikal lele berukuran 12 cm, setiap 10 hari sekali masukan probiotik sebanayak 5 ml/m3, ragi tempe satu sendok makan per m3, ragi tape 2 butir/m3. Pada malam harinya tambahkan dolomite sebanyak 200-300 gram/m3 (diambil airnya saja). Setelah ukurannya melebihi 12 cm, per 10 sehari sekali masukan probiotik 5 ml/m3, ragi tempe ditambah menjadi 3 sendok makan/m3, ragi tempe jeuga ditambah 6-8 butir/m3 dan di malam harinya taburkan dolomite 200-300 gram/m3. Selama masa pembesaran ikan lele, pemberian pakan adalah hal yang wajib dilakukan. Yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan adalah, pilih pakan yang berkualitas, ukuran pakan disesuaikan dengan mulut ikan lele. Pemberian pakan diberikan pada pagi – sore hari dengan dosis 80% dari daya kenyang. Setiap seminggu sekali jangan diberi pakan atau dipuasakan. Pakan di campur probiotik dan kurangi dosis pakan jika sudah terbentuk flok.

Peluang Bisnis Budidaya Lele Bioflok

Kebutuhan akan konsumsi ikan lele tiap tahun terus meningkat. Untuk daerah Jabodetabek, per hari dibutuhkan kurang lebih 120 ton ikan lele. Selain itu, tingkat ekspor juga terus mengalami peningkatan. Beberapa negara tujuan ekspor di antaranya, Italia, Perancis, Jepang dan Korea. Permintaan yang begitu banyak belum bisa diimbagi dengan jumlah produksi. Tentu ini adalah sebuah peluang bisnis yang sangat menjanjikan.Maka dari itu, dengan berbagai keunggulan sistem bioflok, diharapkan para petani bisa meningkatkan omzet hingga 8x lipat bila dibandingan dengan cara konvensional.

Sumber : hhtps://www.bagi-in.com/cara-budidaya-lele-bioflok/

 

 

Share Post :