Anda baru saja diangkat menjadi seorang manajer. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri untuk Anda. Itu artinya, kinerja Anda selama ini memuaskan atasan Anda, sehingga Anda diganjar dengan posisi yang lebih baik.

Tapi, menjadi seorang manajer juga menuntut tanggung jawab yang lebih tinggi juga. Anda harus bertanggung jawab atas kinerja anak buah Anda.

Agar anak buah Anda mau bekerja sama dengan baik, maka salah satu penunjangnya adalah sikap Anda kepada mereka. Kalau Anda dapat bersikap baik dan menyenangkan bagi mereka, maka mereka juga akan menunjukkan kinerja yang baik. Kinerja yang akan membuat Anda merasa senang.

Di masa lalu, anak buah akan bekerja dengan baik kalau mereka takut kepada atasannya. Maka tidak heran kalau banyak bos atau manajer yang bersikap galak kepada anak buahnya.

Tapi sekarang, manajer yang galak bisa dengan mudah ditinggalkan oleh anak buahnya.

Jadi, bagaimana sebaiknya Anda harus bersikap kepada anak buah Anda?

1. BERSIKAP SOPAN

Walaupun Anda adalah seorang atasan, tetap saja Anda harus bersikap sopan kepada anak buah. Intinya, perlakukan anak buah sebagaimana Anda ingin diperlakukan oleh mereka. Jika Anda ingin dihormati dan dihargai, maka Anda juga harus menghormati dan menghargai mereka.

Untuk menunjukkan kesopanan ini, tidak ada salahnya jika Anda melakukan hal-hal sederhana, seperti mengatakan ‘tolong’ saat Anda memberi perintah, mengucapkan terima kasih, atau membawakan barang bawaan mereka ketika Anda melihat mereka kerepotan.

2. MAU MENDENGARKAN ANAK BUAH

Mendengarkan adalah salah satu tindakan berkomunikasi yang sangat penting. Dengan mau mendengarkan, berarti Anda mau menghargai anak buah Anda.

Mendengarkan juga penting untuk memperoleh informasi yang Anda butuhkan, khususnya yang berhubungan dengan masalah pekerjaan. Jika ada anak buah yang membutuhkan bantuan, maka Anda bisa segera melakukannya.

Dengan mau mendengarkan, maka anak buah juga akan merasa dekat dan percaya pada Anda.

3. KONSEKUEN

Sebagai manajer, Anda bisa membuat peraturan. Nah, jika Anda membuat suatu peraturan, maka peraturan itu juga harus berlaku untuk Anda.

Misalnya, Anda membuat peraturan bahwa anak buah harus datang tepat waktu saat rapat. Maka, Anda juga harus melakukannya. Bahkan, Anda harus bisa memberi contoh, dengan datang sebelum waktu yang telah ditetapkan.

Dengan menjadi seorang atasan yang konsekuen, maka anak buah Anda akan semakin menghargai Anda.

4. TIDAK PILIH KASIH

Walaupun mungkin ada anak buah yang menonjol, tapi itu tidak berarti Anda harus membuatnya menjadi anak emas. Jika dia berbuat salah, maka Anda juga harus menegurnya, sama seperti yang lain.

Demikian juga dengan masalah SARA. Bersikaplah profesional di kantor. Jika ada anak buah yang berprestasi, meskipun dia berbeda agama atau suku dengan Anda, maka Anda harus memberikan penghargaan kepadanya.

Berikan tugas yang sesuai dengan kemampuan masing-masing anak buah Anda, bukan berdasarkan SARA.

5. MENJADI TEMAN UNTUK ANAK BUAH

Hubungan kerja antara manajer dengan anak buahnya akan lebih baik jika mereka dapat saling bersikap sebagai teman. Sebab, kita akan lebih mudah untuk meminta sesuatu kepada teman, daripada kepada orang lain.

Demikian juga dengan hubungan kerja. Anda tentu akan lebih enak jika ‘menyuruh’ anak buah Anda dengan gaya meminta tolong kepada teman Anda. Anak buah Anda juga akan lebih senang jika harus menyampaikan sesuatu, jika mereka menganggap Anda sebagai teman.

Untuk menjadi teman bagi anak buah, maka Anda bisa sekali-kali mengajak mereka mengobrol tentang sesuatu yang sedang tren, atau gosip selebriti yang sedang ramai. Anda juga bisa sesekali hang-out bersama mereka. Misalnya setelah pulang kerja.

Dengan menjalin keakraban seperti ini, maka lama-kelamaan anak buah Anda tidak akan terlalu kaku dengan Anda. Jika Anda bisa menunjukkan wibawa, maka mereka tetap akan segan kepada Anda, walaupun Anda bersikap sebagai teman kepada mereka.

Menjadi manajer di masa sekarang memang tidak mudah. Selain bersikap profesional, Anda juga harus bisa menjadi teman untuk anak buah.

Tapi semua itu bisa dilakukan jika Anda memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.

Jika Anda adalah seorang manajer baru, maka wajar jika Anda masih bingung, bagaimana harus bersikap yang tepat bagi anak buah. Ada baiknya jika Anda mencari bantuan profesional.