Logo
0362 - 21146
  • Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng
Senin Pon

Selayang Pandang

Kondisi Fisik



 

1.1 Letak dan Luas Wilayah

Kabupaten Buleleng terletak di belahan utara Pulau Bali memanjang dari barat ke timur dan mempunyai pantai sepanjang 144 Km, secara geografis terletak pada posisi 8° 03 ' 40” - 8° 23 ' 00'' lintang selatan dan 114° 25 ' 55”- 115° 27 ' 28'' bujur timur. Kabupaten Buleleng berbatasan dengan Kabupaten Jembrana dibagian Barat, laut Jawa/Bali di Bagian Utara, dengan Kabupaten Karangasem dibagian Timur dan di sebelah Selatan berhadapan dengan 4 Kabupaten yaitu : Badung, Gianyar, Bangli, dan Kabupaten Tabanan.

Luas Kabupaten Buleleng secara keseluruhan 1.365,88 Km2 atau 24,25 % dari luas Propinsi Bali, dimana kecamatan Gerokgak merupakan kecamatan terluas yakni 26,11%, Kecamatan  Busungbiu  seluas 14,40 %, kecamatan Sukasada dan Banjar masing-masing 12,66% dan 12,64%. Kecamatan Kubutambahan sebesar 8, 66%, Kecamatan Seririt 8,18%, Kecamatan Tejakula 7,15%, Kecamatan Sawan 6,77% dan Kecamatan Buleleng 3,44 %.

 
1.2 Topografi

Kabupaten Buleleng merupakan daerah berbukit yang membentang di bagian selatan, sedangkan di bagian utara merupakan dataran rendah. Di Kabupaten Buleleng juga terdapat gunung berapi dan tidak berapi. Gunung yang tertinggi adalah Gunung Tapak (1903 M) berada di Kecamatan Sukasada sementara yang paling rendah adalah gunung Jae (222 M) berada di wilayah Kecamatan Gerokgak. Selain itu di Kabupaten Buleleng terdapat dua buah danau yaitu Danau Tamblingan (110 hektar) berada di Kecamatan Banjar. Sedangkan Danau Buyan (360 hektar) terletak di Kecamatan Sukasada.

Menyatunya ataupun relatif dekatnya antara wilayah pegunungan dengan pantai memberikan makna tersendiri bagi Kabupaten Buleleng dibandingkan dengan Kabupaten lainnya di Provinsi Bali. Kondisi yang khas ini menjadikan topografi wilayah Buleleng sering disebut Nyegara Gunung.

 

 1.3 Iklim

Kabupaten Buleleng memiliki iklim tropis yang dipengaruhi oleh angin musimyang bergantisetiap enam bulan. Buleleng termasuk pada daerah baying-bayang hujan, dengan curah hujan berkisar antara bulan Oktober-April, sedangkan musim panas berkisar antara bulan April-Oktober. Kondisi Buleleng yang Nyegara Gunung, dimana di bagian selatan merupakan perbukitan dan pegunungan menjadi curah hujan ataupun intensitas hujan relative lebih tinggi di wilayah Buleleng bagian selatan. Boleh dikatan hamper tidak ada bulan-bulan kering terutama di sekitar Danau Tamblingan dan Danau Buyan.

 

 1.4 Wilayah Pembangunan

Dalam rangka memudahkan dan meningkatkan koordinasi perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan di seluruh wilayah Kecamatan sesuai karakteristik wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng mengelompokkan sub wilayah pembangunan menjadi 3 (tiga) yaitu:

 1. Wilayah Pembangunan Buleleng Barat :

a)       Kecamatan Gerokgak        : 356,57 Km2

b)       Kecamatan Seririt              : 111,78 Km2

c)       Kecamatan Busungbiu      : 196,62 Km2

d)       Kecamatan Banjar             : 172,60 Km2

Pusat pertumbuhan dan perkembangan pada wilayah pembangunan Buleleng Barat ini adalah kecamatan/kota Seririt, dengan sub pusat pertumbuhan lainnya adalah Kota Kecamatan Gerokgak.

Arah kebijakan pembangunan/ pengembangan Wilayah pembangunan Buleleng Barat adalah :

  • Penanggulangan lahan kritis
  • Pengembangan pertanian lahan kering
  • Pengembangan aneka industri
  • Pariwisata dan pertanian, khususnya perikanan, perkebunan dan hrtikultura
  • Pengembangan zona industri menengah dan besar
  • Pengembangan agrowisata dan ekowisata

 

2. Wilayah Pembangunan Buleleng Tengah

Kecamatan Buleleng : 46,94 Km2

  • Kecamatan Sukasada : 172,93 Km2

 

Pusat pertumbuhan dan pengembangan wilayah pembangunan Buleleng Tengah ini adalah Kota Singaraja dan sub pertumbuhan lainnya terletak di Desa Pancasari. Arah prioritas pembangunan Wilayah Buleleng Tengah ditujukan untuk :

  • Mengantisipasi dampak dari pesatnya kegiatan perkotaan, perdagangan, industri kecil dan pariwisata.
  • Memberikan dan menyediakan fasilitas yang memadai serta menata dan mengendalikan pemanfaatan ruang kota secara efektif dan berkelanjutan.

 

3. Wilayah Pembangunan Buleleng Timur :

  • Kecamtan Tejakula               : 97,68 Km2
  • Kecamatan Kubutambahan : 118,24 Km2
  • Kecamatan Sawan                : 92,52 Km2

 

Pusat pertumbuhan dan pengembangan wilayah pembangunan Buleleng Timur ini adalah Kota Kecamatan Kubutambahan / Desa Kubutambahan.

Arahan prioritas pembangunan wilayah Buleleng Timur ditujukan untuk :

  • Penanggulangan lahan kritis
  • Pengembangan pertanian lahan kering
  • Pengembangan aneka industri
  • Pariwisata dan petanian, khususnya Hortikultura
  • Pengembangan agrowisata dan ekowisata

 


dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG

dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG

Wakil Bupati






Video Galeri


Agenda Kegiatan


Kecamatan


Jajak Pendapat

Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website Pemerintah Kabupaten Buleleng

    Res : 693 Responden