Logo
0362 - 21146
  • Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng
Senin Pon

Profil

Perekonomian



1.  Pertanian Tanaman Pangan

Kabupaten buleleng yang terletak di belahan utara Pulau Bali pada dasarnya merupakanbaris pertanian, hal initercemin dari kontribusinya yang sangat besar dalam pembentukan PDRB. Pada tahun 2009 kontribusinya terhadap PDRB Harga Berlaku mencapai sebesar 1.609.359,54 juta rupiah atau 32,18% dari total PDRB 6.680.110,22 juta rupiah. Komoditi tanaman pangan memberikan kontribusi terhadap sector pertanian dalam arti luas sebesar 46,77 %. Komoditi tanaman pangan yang terus dikembangkan dan ditingkan produksinya adalah :

Padi dan palawijaya, yang meliputi : padi sawah, padi ladang, jagung, kacang tanah, kacang kedelai dan ubi kayu.
Sayur – sayuran meliputi : bawang merah, bawang putih, bawang daun, kentang, buncis, kubis, petai/sawi, wortel, cabai, tomat, terong, mentimun, kangkung, bayam.
Buah – buahan meliputi : advokat, mangga, rambutan, anggur, duku/langsat, jeruk, durian, sawo, jambu biji,pisang pepaya, nanas,salak, dan anggur.
Luas panen padi tahun 2009 seluas 22,493 ha, bila dibandingkan dengan tahun 2008 seluas 18.947 ha terjadi peningkatan sebesar 18,71 %. Produksi padi tahun 2009 mencapai 149.895 ton, bila dibandingkan dengan tahun 2008 mencapai 125.008 ton, naik sebesar 19,91 %.Komoditas tanaman pangan, khususnya hortikultura seperti Mangga Harumanis telah ditetapkan sebagai komoditas unggulan Buleleng yang kualitasnya sangat baik dan telah masuk pasaran nasional dan internasional. Pada tahun 2009 populasi tanaman Mangga Harumanis mencapai sebanyak 728.103 pohon, dengan produksi mencapai sebesar 28.858 ton.
 
2.  PETERNAKAN
Perkembangan dan peningkatan produksi peternakan terus dipacu melalui berbagai program dan kegiatan, baik berupa intensifikasi dan ekstensifikasi, pengadaan bibit unggul, inseminasi buatan, peningkatan keterampilan dan pemanfaatan teknologi tepat guna serta pembinaan hijauan makanan ternak dan kesehatan hewan. Penerapan program kegiatan sebagaimana tersebut diatas telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam pembangunan dibidang peternakan, baik dari segi populasi maupun produksi daging, susu maupun telur di Kabupaten Buleleng.
Potensi peternakan di Kabupaten Buleleng didukung oleh adanya sumber daya alam berupa lahan sawah, lahan kering, lahan perkebunan sebagai sumber hijau makanan ternak (HMT).
Populasi ternak maupun hewan besar maupun kecil yang telah berkembang di  Buleleng meliputi : sapi potong, sapi perah, kerbau, babi Bali, babi sadliback, babi landrace, kambing kacang, kambing PE, domba, ayam buras, ayam ras, itik, dan aneka ragam ternak lainnya. Produksi di sub sektor /lapangan usaha peternakan ini telah dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan PDRB harga berlaku Kab. Buleleng dalam Tahun 2009 sebesar 6.680.110,22 juta rupiah.
Untuk mengetahui perkembangan sub sektor peternakan di Kabupaten Buleleng dapat dilihat pada table-tabel berikut ini
 
3.  PERIKANAN
Kabupaten  Buleleng merupakan salah satu Kabupaten yang terletak dibagian utara Pulau Bali berbatasan dengan Laut Jawa/Bali, sehingga sebagian besar wilayah Kabupaten merupakan kawasan pesisir dengan panjang pantai 157,05 Km dengan aneka ragam kekayaan laut serta potensial ( luas laut 319.680 Ha ) Atau ± 1.166,75 km² untuk radius 4 mil.
Dari penduduk yang berjumlah sebanyak 786.972 pada tahun 2009 sebanyak 4.314 orang ( 0,67 % ) bermata pencaharian sebagai nelayan, sedangkan yang bekerja sebagai petani ikan ( pembudidaya ) sebanyak 864 orang ( 0,13 % ). Perkembangan pembangunan dibidang perikanan dalam periode 2 tahun terakhir menunjukan peningkatan, tercemin dari peningkatan produksi yang cukup pesat baik dalam budidaya ikan air tawar, air deras, minat padi dan kegiatan budidaya diperairan umum lainnya.
Sampai dengan tahun 2009 Sub Sektor perikanan telah dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan PDRB Kabupaten Buleleng sebesar 188.953.100.000 miliar rupiah.
 
3.1. Budidaya Perikanan Laut
Potensi perairan Kabupaten Buleleng, selain memiliki potensi perikanan tangkap juga mempunyai potensi perikanan budidaya. Kawasan laut yang dapat dimanfaatkan sebagai budidaya mencapai luas 1000 Ha, dengan jenis budidaya sebagai berikut :
  • Budidaya Kerapu dan Bandeng
Potensi yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya kerapu dan bandeng seluas 500 Ha dan pada tahun 2009 pemanfaatan baru mencapai 3,50 Ha ( 0,70 % ) dengan hasil produksi sebesar 56,70 ton, dan sisa peluang investasi seluas 496,5 Ha ( 99,30 % ).
 
  • Budidaya Rumput Laut
Potensi yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut seluas 250 Ha dan pada tahun 2009 pemanfaatan baru mencapai 220 Ha (88 %)dengan hasil produksi 1,251,40 ton masih tersedia peluang investasi seluas 30 Ha ((12%).
  • Budidaya Mutiara
Potensi  yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya mutiara seluas 129,50 Ha (51,80%), dengan hasil produksi sebesar 104. 110 ekr sepat,72.969 butir mutiara dan 130 ton cangkang dan sisa hasil peluang investasi seluas 120,5 Ha (48,20%).


dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG

dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG

Wakil Bupati






Video Galeri


Agenda Kegiatan


Kecamatan


Jajak Pendapat

Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website Pemerintah Kabupaten Buleleng

    Res : 693 Responden