Menjawab Perkembangan Pembangunan Buleleng, Bupati PAS Lakukan Dialog Interaktif

  • Admin Bulelengkab
  • 05 November 2019
  • Dibaca: 520 Pengunjung

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST menyampaikan perkembangan pembangunan di Buleleng kepada masyarakat melalui dialog interaktif yang dipandu oleh Ketut Wiratmaja di Studio Radio Guntur Singaraja, Selasa, (5/11)
Dalam dialog tersebut Bupati yang akrab disapa PAS itu menyampaikan visi pembangunan pada periode kedua ini menitik beratkan pada sektor pertanian disamping pembangunan lainnya yang lebih strategis yaitu pembangunan Pasar Banyuasri yang ditargetkan rampung tahun 2020, pembangunan kelanjutan shortcut Mengwitani –Singaraja yang dititik 3, 4, 5 dan 6 rampung bulan Desember Tahun 2019 serta proyek konservasi Danau Buyan tahun 2021.
Dialog interaktif dimulai dengan Bupati PAS menjelaskan terkait pencabutan Perda tentang Jalur Hijau oleh DPRD Buleleng. Dalam penjelasannya Bupati PAS mengatakan jalur hijau yang dimaksud hanya sepanjang jalur saja, sedangkan untuk pertanian yang terdapat pada jalur hijau tersebut keberadaannya tidak terpengaruh dengan pencabutan Perda tersebut. Hal ini karena menurut Bupati PAS, wilayah pertanian dipetakan dan dilindungi serta masuk ke zona pertanian, sedangkan Perda Jalur Hijau hanya mengatur sebatas yang berada pada jalur tersebut.

Beralih ke permasalahan lingkungan khususnya sampah, Bupati PAS mengungkapkan sampah merupakan permasalahan kita bersama, di dalamnya berisi edukasi, regulasi yang benar karena mulai dari edukasi, penerapan regulasi sampai pengolahan sampah harus bersinergi dengan seluruh stake holder . Terkait pengolahan sampah karena akan ada pembangunan bandara di Kubutambahan, Bupati Buleleng meminta lahan di daerah Desa Patas kepada Gubenur Bali untuk dijadikan industri pengolahan sampah, karena TPA bengkala akan ditutup.

Sedangkan terkait pembangunan infrastruktur, Bupati PAS menjelaskan mengenai pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno. Dalam penjelasannya Bupati PAS mengungkapkan terhambatnya pembangunan RTH Taman Bung Karno tersebut disebabkan oleh seniman patung yang tidak mampu menyelesaikan Patung Bung Karno padahal sudah rampung sekitar 70 persen. Melihat permasalahan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali memberikan bantuan sebesar 20 miliar dari total 50 miliar biaya yang dibutuhkan untuk kelanjutan proyek tersebut pada tahun depan.

Sama halnya dengan Revitalisasi Pasar Banyuasri, Bupati PAS menyebutkan pihaknya telah memperoleh bantuan dari Pemprov Bali dan Pemkab Badung sebanyak 80 miliar, sehingga Pemkab Buleleng hanya perlu melengkapi sisa biaya yang dibutuhkan sebanyak 100 Miliar.

Usai melakukan pemaparan terkait pembangunan Buleleng, dialog interaktif dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimulai dari penelpon Gede Adi Kubujati yang menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas pembangunan yang sudah dilakukan, kemudian Kadek Kariana menyinggung redaksional Banteng Ketaton di Taman Makan Pahlawan Curastana yang perlu dikoreksi, serta ditaman kota bagian utara ada areal steril dari pedagang justru malamnya ada pedagang. Lalu penelpon ketiga Narda dari Beratan, terkait pajak bumi dan bangunan perguruan Baktiyasa terus dipungut pajak. Pasal 76 ayat 3 huruf B sesuai Undang 28 tahun 2009 yayasan itu tidak kena pajak jika bergerak didunia pendidikan.Kemudian Samiada Yudistira, Pemimpin daerah harus memperioritaskan kehidupan petani agar sejahtera, setiap pembangunan yang akan dilakukan sekecil apapun masyarakat harus diikutkan serta siaran TV tidak lagi menggunakan parabola di Buleleng.
Bupati Buleleng menjawab pertanyaan dari penelpon, bahwa pembangunan harus dilakukan bersama-sama, itu hanya redaksional terkait penulisan di TMP Curastana, terkait areal steril taman kota, pihaknya akan berkordinasi dengan satpol PP, terkait yayasan Baktiyasa pihaknya akan mempelajari status obyek pajak tersebut apakah kepemilikannya pribadi atau yayasan serta pembangunan tower siaran TV tahun 2020 akan direalisasikan dan itu merupakan janji kampanye Gubernur Bali.

Dibagian akhir dialog Bupati Buleleng mengajak untuk bersama-sama membangun Buleleng, berikan masukan, kritik dan saran secara terbuka namun dengan beretika.(wdi)


Share Post :