Maksimalkan Partisipasi Wajib Pajak, BKD Buleleng Gelar Gebyar Undian Berhadiah

  • Admin Bulelengkab
  • 15 September 2019
  • Dibaca: 275 Pengunjung

Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Buleleng berikan hadiah undian menarik kepada wajib pajak di Kabupaten Buleleng dalam gelaran Gebyar Undian Berhadiah Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) dan Sektor Perikanan 2019 di depan Air Mancur Taman Kota Singaraja, Minggu pagi,(15/9).

Dalam laporannya, Kepala BKD Buleleng Drs. Gede Sugiartha Widiada, M.Si menyampaikan bahwa gebyar undian berhadiah dilakukan untuk menggugah dan memaksimalkan partisipasi masyarakat Buleleng dalam membayar PBB P2. Disampaikan juga, pendataan pembayaran PBB P2 dan sektor perikanan tepat waktu berbasis online dilakukan mulai dari 2 Januari sampai dengan 31 Agustus 2019 dengan total nilai pajak Rp. 9.884.557.046,-. Dari hasil pendataan itu, Gede Sugiartha melaporkan sebanyak 63.504 wajib pajak berhak mengikuti gebyar undian berhadiah melalui partisipasi dan sumbangsih dari BPD Bali Cabang Singaraja dan Seririt serta PT POS Singaraja. 

Gebyar undian berhadiah untuk wajib pajak yakni, hadiah utama dua unit sepeda motor, sepuluh unit sepeda gunung, dua unit kulkas, enam buah dispenser dan magic com, blender serta kipas angin masing-masing tiga buah, dengan total nilai sebesar Rp. 46.720.000,-.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP disampaikan bahwa pajak daerah yang bersumber dari PBB P2 dan sektor perikanan merupakan salah satu pilar penyokong pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu, upaya gebyar berhadiah juga merupakan bentuk penguatan fiskal dalam kerangka penyelenggaraan pemerintah sekaligus redistribusi pendapatan Kabupaten Buleleng dalam menghimpun PAD dengan asas keadilan. 

Sekda Puspaka juga menyakini melalui gebyar undian berhadiah PBB P2 dan sektor Perikanan itu mampu menggelorakan semangat untuk membangun Buleleng. Terlebih lagi moto BKD Buleleng “Spirit melayani dengan hati dan hati-hati” menjadi nilai tawar kepada seluruh wajib pajak daerah, sehingga kedepan diharapkan mampu terbentuk masyarakat STAR pajak (sadar, taat dan bayar pajak). (Agst)



Share Post :