Cegah Kekerasan Pada Anak dan Wanita di Era Digital, Polda Bali Gandeng CIRT dan Team Konseling P2TP2A Buleleng

  • Admin Bulelengkab
  • 12 Pebruari 2020
  • Dibaca: 219 Pengunjung

Kejadian kekerasan banyak terjadi di jaman era global digital sekarang baik di dalam keluarga, sahabat, maupun orang lain. Maka dari itu Direktorat Pembinaan Masyarakat (DIRBINMAS) Polda Bali mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan upaya pencegahan kekerasan terhadap wanita dan anak serta dampak negatif penggunaan media sosial, di gedung Ananta Wijaya Polres Buleleng, Rabu, (12/2.)

Kegiatan tersebut menggandeng 3 narasumber masing-masing dari Ketua Satgas Cyber Incident Response Team (CIRT) Buleleng Putu Gopi Suparnaca, Team konseling P2TP2A Kabupaten Buleleng Luh Putu Yuli Surya Dewi, dan Banit Idik PPA Sat Reskrim Polres Buleleng Moh. Taufik Hidayat 

Dalam kesempatan itu, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Bali Drs. Moh. Asharianto, M.M menyampaikan dengan dilaksanakan sosialisasi itu bertujuan untuk menjalin hubungan kerjasama komponen masyarakat dengan aparat keamanan dan instansi. Disamping itu, untuk menunjukkan sintegritas dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap wanita dan anak sebagai dampak negatif penggunaan medsos.

Ditambahkan, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Moh. Ashairanto menghimbau kepada para remaja dan semua komponen untuk saling menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dalam menggunakan media social digial di era sekarang.

Sementara itu, Putu Gopi Suparnaca selaku salah satu narasumber dalam acara tersebut mengharapkan ke depannya sinergritas kolaborasi dari Polda Bali sebagai leading sektor bersama Polres Buleleng dalam peningkatan pelaksanaan pengamanan informasi di dunia SIBER atau sosial media.

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Persandian Diskominfosanti Buleleng itu memberikan pemahaman terhadap kesadaran dan keamanan informasi bagaimana secara cermat, bijak dalam menggunakan sosial media di teknologi era digital 4.0 yang rentan mengancam generasi milenial sebagai generasi penerus bangsa dan negara kedepannya. Diharapkan dengan adanya sosialisasi itu bisa terhindar dari kejahatan siber. (wir)


Share Post :