Tumpang Sari untuk Lahan Sempit

  • Dinas Pertanian
  • 10 Oktober 2019
  • Dibaca: 63 Pengunjung

Dengan perkembangan ilmu teknologi inovasi pertanian khususnya dalam memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal, berbagai inovasi teknologi terus dikembangan salah satunya teknologi tumpang sari. Tumpang sari merupakan suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan antara dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan.

Salah satu contoh tumpang sari yaitu komoditi kedelai, bawang merah dan cabe. Teknologi tumpang sari dengan 3 komoditi dilakukan untuk memberikan hasil produksi panen yang maksimal dalam satu lahan terbatas dengan berbagai jenis tanaman yang berbeda. Selain itu juga dengan melakukan tumpangpang sari dapat memperkecil biaya tanam baik dalam pengolahan lahan, perawatan, pemupukan dan tenaga kerja serta memperkecil resiko kerugian dalam mendapatkan harga jual komoditi.

Dijelaskan juga bahwa keuntungan dari teknologi tumpang sari dengan 3 komoditi dapat menekan hama tanaman utama bawang merah dengan adanya tamanan lain yang tidak disukai cabe dan kedelai dan secara langsung juga memberikan fungsi unsur hara yang ada ditanaman dapat difungsikan secara maksimal, perebutan unsur hara dalam tanah diserap oleh tanaman, mengakibatkan kebutuhan nutrisi semakin banyak.

Dengan menggunakan teknologi tumpang sari bukan hanya di tanaman pertanian tetapi dapat pula dilakukan pada tanaman tunggal yaitu monokultur pada tanaman perkebunan atau kehutanan sewaktu tanaman pokok masih kecil/belum produkstif. Untuk tanaman sela yang dikenal intercropping bisa tanaman jagung dan kedelai/kacang-kacangan...

 

oleh :

Adm.Bid.Penyuluhan...>>

Share Post :