Sinergitas Pembinaan BIDANG Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata

  • Bagian Kesejahteraan Rakyat
  • 17 November 2020

Pada dasawarsa ini Kinerja dari lembaga pemerintahan di Indonesia terus dipertanyakan oleh masyarakat karena ada berbagai harapaan yang menjadi pengharapan dari masyarakat kepada pemerintah terlebih para generasi muda yang belum dapat merasakan manfaatnya kinerja yang dilakukan oleh aparat pemerintahan, apalagi dengan adanya otonomisasi daerah yang memberikan kesempatan kepada daerah untuk lebih memberdayakan dan memandirikan masyarakat dalam hal ini generasi muda sebagai harapan bangsa sebagai tulang pungung masa depan yang ada tentunya mengharapkan peningkatan kesejahteraan lewat pemberdayaan yang ada, dan kepemimpinan pemerintah pada semua tingkat pemerintahan mempunyai posisi yang strategis dalam usaha mewujudkan tujuan pemerintahan negara sesuai dengan cita-cita bangsa, Berhubungan dengan itu, diharapkan pemerintah di semua tingkat baik yang ada di pusat maupun didaerah yang tentunya lebih dekat dengan aspek kebutuhan dan harapan kehidupan masyarakat terlebih pada generasi muda, menyadari posisinya tersebut dan berusaha sekuat mungkin untuk menggerakan dan membimbing bangsa Indonesia mewujutkan citacitanya melalui pembangunan. Hakekat pembangunan nasional adalah membangun nasional itu meliputi berbagai aspek seperti ekonomi, politik, sosial budaya, hukum dan lain sebagainya. Berbicara mengenai generasi rnuda berarti berbicara mengenai masa depan bangsa, sebagaimana corak dan wujud bangsa dimasa yang akan datang, dalarn hal ini tergantung pada kondisi dan kualitas kepribadian serta semangat juang generasi muda itu sendiri namun dibalik itu, generasi muda diperhadapkan dengan berbagai macam kesulitan seperti kesempatan memperoleh pendidikan dan lapangan pekerjaan sehingga muncul bebagai macam persoalan dan frustasi serta kekecewaan generasi muda karena keinginan mereka tidak sejalan dengan kenyataan. Dengan melihat masalah yang timbul dalam kehidupan pengembangan generasi muda, dibutuhkan peran pemerintah untuk memperoleh kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal ketrampilan, kepemimpinan daya kreasi, patriotisme serta idealisme dan budi pekerti yang luhur Untuk mencapai tujuan tersebut sangat diperlukan kinerja pemerintah daerah dalam hal ini Bagian Kesejahtraan Rakyat pada Sub.bagian Kesejahtraam Masyarakat Setda Kab.Buleleng dalam pelaksanaan sinkonisasi kegiatan kepemudaan dan olah raga, yang melibatkan semua lapisan masyarakat terutama generasi muda yang perlu dipersiapkan sebaik- baiknya untuk menerima tongkat estafet agar dapat melanjutkan perjuangan bangsa dan mampu menghadapi tantangan dan menjawab tantangan dimasa yang akan datang. Sebagai generasi penerus, pemuda terutama pelajar dan mahasiswa harus tangguh menghadapi tantangan yang akan datang demi tercapainya tujuan dan cita-cita bangsa dan negara dalam satu gerak langkah yang terarah terpadu dan berkesinambungan maka generasi muda perlu dipersiapakan secara matang dan usaha persiapan itu melalui program pembinaan generasi muda. Pembangunan membutuhkan generasi muda yang potensial, produktif, kreatif, serta mempunyai inspiratif yang konstruktif.

Potensi partisipasi yang dimiliki masyarakat tidaklah timbul begitu saja, tetapi memerlukan usaha-usaha untuk menggerakkannya, sebagaimana amanat dari Undang-undang no 40 tahun 2009 tentang Kepemudaaan pada pasal 24 ayat 2 pemberdayaan kepemudaan harus dilakukan dan difasilitasi oleh pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan organisasi kepemudaan, Kepala Daerah yang dalam hal ini Bagian Kesejahtraan Rakyat pada sub.Bagian Kesejahtraan Masyarakat yang membidangi kegiatan kepemudaan dan olah raga sebagai organisasi tekhnis dituntut kemampuan dan ketrampilan yang memadai, disertai dengan penerapan undang-undang yang dapat membangkitkan kesadaran dan bakat generasi muda dalam rangka pembangunan. Untuk dapat mewujudkan tujuan dari pembangunan, maka dibutuhkan keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat. Hal ini disadari bahwa perwujudan tegaknya demokrasi Pancasila bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat Indonesia, baik individu maupun kelompok - kelompok dalam masyarakat, termasuk juga dalamnya generasi muda. Peranan generasi muda dalam pembangunan sangat penting artinya, bukan saja karena pemuda sebagai lapisan masyarakat paling besar tetapi yang paling penting adalah tanpa potensi dan kreativitas generasi muda, maka pembangunan akan dapat kehilangan arah.

 PERUMUSAN MASALAH

Sebagaimana rumusan latar belakang tersebut maka penulis merumuskan masalah yang mencakup mengenai Sinerginitas Peranan kepemudaan dan olah raga dalam memberdayakan generasi muda sebagai pelopor pembangunan, strategi pembinaan dan pengembangan generasi muda dengan konsep rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana sinerginitas kepemudaan dan olah raga dalam pemberdayaan generasi muda di Kabupaten Buleleng

 TUJUAN DAN MANFAAT

    1. Tujuan

Kegiatan sinerginitas pembinaan kepemudaan, olah raga dan pariwisata ini adalah untuk memberdayakan  masyarakat  bukan  membuat  masyarakat  menjadi  makin  tergantung pada  berbagai  program  pemberian  (charity)  dari  pemerintah.  Dengan  demikian  tujuan akhirnya  adalah  memandirikan  masyarakat,  memampukan,  dan  membangun  kemampuan untuk  memajukan  diri  ke  arah  kehidupan  yang  lebih  baik  secara  berkesinambungan.  Pembinaan dimaksudkan juga untuk Menciptakan keberdayaan masyarakat agar  mereka dapat  berpartisipasi  dalam  pembangunan  yang  berpusat  pada  rakyat  (people-centered development).  pembinaan tidak  hanya menyangkut  pendanaan tetapi  juga peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan. Dengan beraudensi kepada pemetaan wilayah dan kondisi daerahnya

  1. Manfaat
  1. diharapkan bisa memberikan masukan sekaligus solusi bagi pemerintah daerah dalam usaha meningkatkan prestasi generasi muda dalam pembagunan nasional, daerah dan lingkungan masyarakat
  2. diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan Ilmu pengetahuan, khususnya para pemuda.
  3. diharapkan bisa memberikan masukan dan pemikiran bagi semua pihak yang menaruh perhatian pada masalah-masalah yang berkaitan dengan pemberdayaan generasi muda

 PERMASALAHAN DAN SOLUSI

  • Permasalahan generasi pemuda dalam pembangunan sangat signifikan. Bahkan peran generasi muda diharapkan dapat menjadi pelopor dalam proses pembangunan itu sendiri. Dengan melihat masalah yang ada dalam usaha pengembangan generasi muda, didapat perlunya peran pemerintah khususnya dalam hal memberikan bekal ketrampilan, kepemimpinan, daya kreasi, patriotisme serta idealisme dan budi pekerti yang luhur bagi mereka. Untuk mencapai tujuan tersebut yang sangat diperlukan adalah salah satunya peran dari Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam hal ini Bagian Kesejahtraan Rakyat pada sub.kesejahtraan Masyarakat Setda Kab.Buleleng masih banyak hal yang harus dilakukan sebagai upaya pelaksanaan kegiatan pembinaan., padahal banyak potensi bakat yang bisa dikembangkan. Bahkan terjebak dengan situasi yang tidak menguntungkan dan sangat memprihatinkan karena masih banyaknya pemuda yang bergaul dengan minuman keras sehingga mengakibatkan tindakan kriminal, perkelahian terjadi baik antar sesama pemuda, antar masyarakat dan paling tragis adalah perkelahian antar kampung yang tentunya dapat mengakibatkan kerugian baik materi dan kehidupan situasional yang tidak aman dan nyaman. Tentunya hal ini perlu mendapatkan perhatian yang serius . Permasalahan Kepemudaan dibidang olah raga memiliki peranan yang penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, hal ini banyak bermunculan sebuah organisasi kepemudaan, sebagai upaya untuk mesejahtrakan masyarakatnya, mengingat potensi peranan pemuda sangat besar dan kokoh dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan

 Solusi yang diharapakan dalam kegiatan ini adalah

Setelah kegiatan ini dilaksanakan, diharapkan :

  1. Peserta mampu mengidentifikasi potensi yang dimiliki.
  2. Peserta mampu memilih program pelatihan produktif sesuai dengan potensi yang dimiliki
  3. Peserta mampu mengikuti program pelatihan yang dilaksanakan sesuai dengan target yang ditetapkan.
  4. Peserta mampu mengaplikasikan segenap ilmu dan ketrampilan yang diperoleh selama pelatihan dalam tatanan kehidupan nyata.
  5. Peserta mampu mensosialisasikan ilmu dan ketrampilan yang telah diperoleh kepada masyarakat di sekitarnya.

 SASARAN KEGIATAN

Kegiatan ini diarahkan kepada msyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah, namun memiliki komitmen untuk membangkitkan dan memberdayakan diri yang berasal dari desa-desa/ kelurahan kantong kemiskinan yang tersebar di 9 kecamatan di wilayah Kabupaten Buleleng. 

PENYELENGGARA

Penyelenggara ataupun pelaksana kegiatan ini melibatkan personil secara lintas sektoral yang meliputi unsur Pemkab Buleleng melalui beberapa OPD, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat secara umum.

 STRATEGI DAN TEKNIS KEGIATAN

  1. Strategi

Strategi yang akan digunakan dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan ini adalah, membentuk Change Agent di tiap-tiap desa yang ditunjuk. Change Agent bertugas untuk meneruskan dan mengimplementasikan segenap ilmu dan ketrampilan yang diperoleh selama pelatihan kepada masyarakat desa yang diwakilinya. Dengan harapan, Change Agent mampu menjadi pengubah dan motivator bagi pemberdayaan masyarakat di lingkungannya.

  1. Teknis

Secara umum, teknis kegiatan dapat diuraikan dan dijelaskan sebagai berikut :

  1. Panitia penyelenggara melakukan audiensi awal ke seluruh kecamatan guna memaparkan rencana kegiatan yang akan diselenggarakan.
  2. Panitia menerima dan menginventaris daftar nama desa yang ditunjuk oleh masing-masing kecamatan berdasarkan hasil audiensi awal yang dilakukan.
  3. Panitia melakukan koordinasi awal dengan desa/ kelurahan yang ditunjuk oleh pihak kecamatan difasilitasi oleh Camat/ Seksi Kesejahteraan Rakyat. Koordinasi ini bertujuan untuk menyerap aspirasi dari desa/ kelurahan berkaitan dengan kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan meliputi materi, tempat, waktu, sarana/ prasarana yang dibutuhkan, serta strategi pelatihan.

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan pembahasan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan, Keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas dibidang Pemuda, Olahraga dan Olahraga sesuai dengan Rencana Kerja ini disamping sangat tergantung dari peran serta masyarakat dan dunia usaha, aparatur, diperlukan juga sikap mental, tekad dan semangat serta komitmen yang tinggi dari para penyelengaranya. Faktor-faktor ini dapat dicerminkan pada kualitas dan profesionalisme serta koordinasi yang semakin mantap sehingga hasilnya dapat tercapai secara optimal.

Share Post :