Sarapan Pagi dengan Sereal, Sebenarnya Sehat Atau Tidak?

  • Rumah Sakit Umum Daerah
  • 15 Januari 2020
  • Dibaca: 14 Pengunjung

Sereal sarapan instan memang menjadi pilihan banyak orang untuk mengawali hari. Cara membuatnya mudah, rasanya enak, dan harganya terjangkau. Walau begitu, Anda mungkin bertanya-tanya mengenai sehat atau tidaknya sereal instan.

Artikel ini akan mencoba membahas hal-hal yang perlu diketahui terkait sereal instan untuk sarapan pagi serta tips dalam memilih produk sereal.

Sereal sarapan instan adalah makanan olahan

Sereal sarapan instan dibuat dari biji-bijian (seperti gandum) dan diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral.

Dalam proses pembuatannya, sereal biasanya melewati tahap-tahap berikut ini:

  • Penghalusan: Biji-bijian bahan sereal diproses menjadi tepung yang lebih halus yang kemudian dimasak.
  • Pencampuran: Tepung yang telah dimasak kemudian dicampurkan dengan bahan-bahan seperti gula, kokoa (cokelat), atau air.
  • Pemanasan (ekstrusi): Beberapa produk sereal banyak yang diproduksi melalui proses yang disebut ekstrusi. Proses ini melibatkan temperatur tinggi menggunakan mesin untuk membentuk sereal.
  • Pengeringan: Setelah dipanaskan, sereal kemudian dikeringkan.
  • Pembentukan: Terakhir, sesudah dikeringkan, sereal tersebut mengalami proses pembentukan, seperti bentuk bola atau bintang.
  • Dengan adanya tahap-tahap di atas, sereal instan tetaplah makanan olahan atau makanan berproses. Dan bagaimanapun, makanan olahan tidak sepenuhnya sehat untuk dikonsumsi, walau sudah diperkaya dengan beraneka vitamin dan mineral.

    Sering konsumsi sereal sarapan? Perhatikan hal-hal berikut

    Sebagai makanan olahan, hal-hal berikut ini patut untuk diperhatikan dalam memilih dan membeli produk sereal sarapan instan:

    1. Beberapa produk sereal mengandung gula yang tinggi

    Konsumi gula berlebihan dikaitkan dengan beragam masalah medis, termasuk kondisi obesitas, penyakit jantung, hingga jerawat. Dan sayangnya, beberapa produk sereal instan mengandung gula tambahan yang cukup tinggi.

    Sarapan pagi dengan gula yang tinggi juga bukan menjadi cara yang bijak karena dapat memicu lonjakan gula darah dan kadar hormon insulin. Beberapa jam kemudian, gula darah tersebut juga akan turun dan membuat kita lapar kembali dan mencari makanan tinggi karbohidrat, serta makanan ringan.

    Kondisi ini disebut dengan “energy crash” atau “sugar crash”, dan dapat mengganggu produktivitas dan memicu makan berlebih.

    2. Jangan terkecoh dengan klaim kesehatan pada kemasan produk sereal instan

    Anda juga harus “skeptis” dalam mencermati klaim kemasan di produk sereal instan. Misalnya, produk tersebut menjual kata-kata “dibuat dengan gandum utuh” di kemasannya. Boleh jadi, produk tersebut memang mengandung gandum utuh, namun jumlahnya sedikit.

    Selain itu, bisa jadi bahan “gandum utuh” tersebut juga dicampur dengan biji-bijian olahan (karbohidrat olahan) dengan porsi yang lebih banyak. Karbohidrat olahan disebut juga karbohidrat kosong karena mengandung sedikit sekali serat dan nutrisi mikro. Karbohidrat olahan juga membuat kita cepat kenyang dan berisiko memicu makan berlebihan.

    Tips memilih produk sereal instan yang ‘lebih sehat’

    Apabila Anda memilih sereal instan untuk sarapan pagi, tips berikut ini bisa diterapkan saat mencermati informasi nilai gizi dan bahan produk tersebut:

    1. Waspadai kandungan gula

    Gula menjadi salah satu bahan yang harus Anda waspadai dalam membeli makanan, termasuk sereal. Usahakan agar Anda memilih produk yang berat gulanya kurang dari 5 gram per saji.

  • 2. Carilah produk yang tinggi serat

    Konsumsi serat yang cukup amat bermanfat untuk kesehatan. Pilihlah produk yang setidaknya mengandung 3 gram serat per saji.

    3. Perhatikan kalori per saji

    Sereal banyak dipilih karena rasanya yang enak atau gurih, sehingga tetap berisiko membuat Anda mengonsumsinya berlebihan. Perhatikan dengan saksama berapa kalori yang Anda masukkan dalam setiap sajiannya. Untuk menimbangnya, tentu Anda boleh menggunakan timbangan kecil yang saat ini banyak dijual.

    4. Cermati informasi nilai gizi dan komposisi

    Klaim kesehatan di kemasan depan sebaiknya diabaikan. Yang terpenting, cermati dengan saksama kotak informasi nilai gizi dan komposisinya. Dua atau tiga bahan teratas menjadi yang terpenting karena menggambarkan sereal yang akan Anda konsumsi.

    Jika gula dicantukam beberapa kali menggunakan nama-nama berbeda, produk tersebut boleh jadi tinggi dengan gula. Beberapa nama gula tersebut yaitu sukrosa, HFCS, hingga glukosa.

  • Sereal sarapan instan memang diperkaya dengan vitamin dan mineral. Namun, sebagai makanan olahan, sereal tidak sepenuhnya menyehatkan. Hal terpenting yang harus diperhatikan saat memilih produk sereal adalah kandungan bahannya, serta jangan sampai terkecoh dengan klaim kesehatan yang belum tentu benar.
Share Post :