Peran Penyuluh Pertanian dalam mendukung Pemanfaatan Mekanisasi Pertanian.

  • Dinas Pertanian
  • 10 Oktober 2019
  • Dibaca: 43 Pengunjung

Kabupaten Buleleng sebagai salah satu kabupaten di provinsi Bali dengan luas lahan kurang lebih 70 % sebagai lahan pertanian, mempunyai kondisi sosial ekonomi yang khas yaitu sektor pariwisata yang sangat tinggi membuat biaya tenaga kerja yang sangat tinggi.


Dari kondisi tersebut, Pertanian di Kabupaten Buleleng pada khususnya membutuhkan dukungan penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dengan karakter tertentu.

Hasil dari beberapa analisis menunjukkan bahwa perkembangan Alsintan di Indonesia membutuhkan pemetaan yang baik berkenaan dengan kebutuhan dan ketersediaannya, serta upaya kelembagaan untuk peningkatan efektivitasnya.
Penggunaan Alsintan mampu menekan biaya usaha tani dan memberikan keuntungan bagi petani. Sehingga mampu mencapai pada target produksi dan diharapkan mampu berkontribusi pada swasembada pangan.


Pemetaan kebutuhan dan ketersediaan serta langkah kelembagaan yang memadai harus menjadi dasar dalam mekanisasi pangan sehingga dapat menjadi prospek yang baik. Sehingga menimbulkan dampak positif berupa biaya usaha tani yang dapat di tekan dan efisiensi usaha tani dapat diperbaiki.


Dan pemetaan baik dapat dilakukan oleh petugas penyuluh pertanian karena data potensi wilayah telah harus dimiliki oleh setiap penyuluh. Yang di dalam tentu telah tertuang potensi, permasalahan peluang, analisis resiko, dan cara mengatasi permasalahan. Sekali lagi ini adalah salah satu dari sekian banyak peran penting penyuluh dalam menghadapi perkembangan teknologi...

 

BidangPenyuluhan....>>>

Share Post :