PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN BAWANG MERAH

  • Dinas Pertanian
  • 09 Juni 2020
  • Dibaca: 581 Pengunjung

Kendala dalam peningkatan produksi bawang merah diantaranya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat berupa meningkatnya intensitas serangan secara eksplosif maupun perubahan status OPT dari yang tidak berpengaruh menjadi berpengaruh terhadap produksi. Salah satu OPT yang menyerang tanaman bawang adalah Penyakit Layu Fusarium.   

Penyakit yang ditingkat petani sering disebut penyakit Moler/Ngoler ini disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Sasaran serangannya adalah bagian dasar dari umbi lapis.  Daun bawang  menguning dan terpelintir layu (mboler) serta tanaman mudah dicabut. Umbi yang terserang akan menampakkan dasar umbi yang putih karena massa cendawan dan umbi membusuk dimulai dari dasar umbi. Apabila umbi lapis dipotong membujur terlihat adanya pembusukan berawal dari dasar umbi meluas baik ke atas maupun ke samping. Serangan lebih lanjut menyebabkan kematian, dimulai dari ujung daun kemudian menjalar kebagian bawah.

Pengendalian dapat dilakukan dengan pengendalian secara kultur teknis yaitu melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inangnya atau tingkat keinangannya rendah seperti tanaman palawija, menggunakan benih bebas penyakit, menjaga drainase secara baik (hindari tanaman tergenang), melakukan penyiraman untuk pencucian daun setelah hujan serta menjaga tanaman/umbi jangan sampai terluka akibat sewaktu pemeliharaan. Pengendalian secara biologis dapat dilakukan melalui penggunaan pupuk organik dengan penambahan agens hayati Gliocladium sp atau Thricoderma sp pada setiap lubang tanam serta perlakuan benih sebelum tanam dengan mencelupkan benih umbi maksimal 3 menit dalam larutan PGPR dosis 10 ml/liter air. Sedangkan pengendalain secara fisik/mekanis dengan mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang.

 

Share Post :