PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT/PEKARANGAN  UNTUK BUDIDAYA TABULAMPOT

  • Dinas Pertanian
  • 29 Juli 2020
  • Dibaca: 81 Pengunjung

PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT/PEKARANGAN 

UNTUK BUDIDAYA TABULAMPOT

 

Penulis: I Putu Sila Kencana (Penyuluh Pertanian BPP Banjar, Buleleng - Bali)

Luh Suprami (POPT Kecamatan Banjar)

Kekurangan lahan atau lahan sempit khususnya didaerah perkotaan sekarang ini sudah tidak lagi menjadi permasalahan dalam menyalurkan hobi budidaya tanaman, khususnya bagi mereka yang kreatif, telaten, serta inovatif dalam memaksimalkan potensi yang ada untuk menjadi kegiatan yang bermanfaat, terlebih lagi kegiatan ini dapat memberikan pemasukan tambahan biarpun tidak cukup banyak. Kegiatan ini biasa kita kenal dengan istilah tabulampot. Tabulampot adalah kepanjangan dari tanaman buah dalam pot yang memiliki arti yaitu tumbuhan yang dibudidayakan didalam pot yang tujuannya yaitu untuk hiasan ataupun untuk di produksi buahnya. Dalam dunia akademisi tabulampot ialah teknologi budidaya tanaman dengan memanfaatkan ruangan yang terbatas untuk dapat menumbuhkan tanaman yang produktif didalam pot. Sebenarnya tabulampot ini sudah lama dikembangkan dan sudah dimanfaatkan oleh banyak orang terutama diperkotaan sebagai taman pekarangan yang menyejukkan bahkan tidak jarang juga dapat dimanfaatkan untuk memproduksi bauh dalam sekala rumah tangga.

Dari segi perawatan, tabulampot tergolong tidak sulit. Sama halnya dengan tanaman tanpa media pot, yaitu harus dipupuk, diberi air, dipangkas dll. Ada beberapa latar belakang yang mendasari mengapa tanaman harus selau dipangkas, pertama tanaman cenderung akan tumbuh terus, baik tumbuh ke atas ataupun tumbuh ke samping. Pertumbuhan yang tidak diarahkan pada berbagai jenis tanaman buah, akan menghasilkan tajuk tanaman yang umumnya dapat tumbuh memanjang ke arah atas (nglancir), dengan batang ataupun cabang tunggal. Tanaman yang dipangkas teratur akan dapat memberikan lingkungan mikro yang baik bagi pertumbuhan tanaman itu sendiri, di mana sinar matahari yaitu sebagai sumber energi utama bisa menembus semua bagian tanaman, memberikan iklim mikro yang baik, mengurangi kelembaban yang berlebihan, juga bisa meminimalkan perkembangan jamur dan organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya. Dengan demikian pertumbuhan tanaman dapat menjadi lebih optimal untuk memberikan hasil.

 Jenis Tanaman Tabulampot

Umumnya tanaman yang dibudidaya dalam pot ialah tanaman buah dan sayuran seperti buah jeruk, sawo, jambu air, jambu biji, blimbing dll. Sedangkan pada sayuran biasanya cabe rawit, terong, seledri serta lainnya. Jenis tanaman tersebut dapat dijadikan sebagai contoh, ketika kita sudah dapat menguasai ilmu tentang pertanian, masih banyak tanaman buah yang dapat kita jadi tanaman tabulampot. Jika kita dapat membuat bibit tabulampot sendiri maka kita hanya perlu membeli atau membuat benih tanaman yang ingin kita tanam, akan tetapi jika kita mempunyai keterbatasan maka kita dapat membeli bibit tanaman tabulampot di toko – toko bibit tanaman di tempat kita.

Tujuan Tabulampot

Tujuan dari tabulampot ialah mengenal dan mempelajari cara–cara memelihara tanaman buah dalam pot sebagai berikut:

  1. Akan lebih mudah dalam merawat tanaman buah, sehingga tanaman buah kita bisa lebih produktif dengan intensitas perawatan tanaman buah dalam pot yang dapat lebih maksimal.
  2. Mempercantik halaman kita dengan tanaman buah dalam pot, hal ini tentu saja akan membuat siapa saja yang bermain ke tempat kita akan tertarik bahkan menginginkan sesudah melihat tanaman buah dalam pot yang kita miliki berbuah banyak serta tanaman terlihat cantik saat dipandang.
  3. Membuat tantangan baru, tanaman buah sangat identik dengan tanaman yang dapat membutuhkan lahan yang luas, akan tetapi kita mencoba dengan seluruh pengetahuan kita yang dimiliki mengenai tanam menanam buah untuk diterapkan pada media yang lebih sempit.
  4. Memanfaatkan lahan sempit agar dapat lebih produktif.

Kelebihan Tabulampot

  1. Kita dapat memaksimalkan lahan yang sempit untuk dapat menyalurkan hobi dalam budidaya tanaman buah.
  2. Perawatan lebih terjamin, perawatan pada tabulampot diantaranya kita bisa lebih maksimal dalam pemenuhan nutrisi atau pemupukan tanaman, serangan hama serta penyakit lebih mudah kita kontrol, kebutuhan air tanaman bisa tercukupi karena tanaman mudah kita pantau perkembangan tanamannya, pemangkasan cabang tanaman untuk bisa mendapatkan vigor tanaman yang baik menjadi lebih mudah.
  3. Dapat dinikmati dari hasil panennya baik untuk buah yang dikonsumsi sendiri atau menjadi pendapatan tambahan dari hasil buah yang dapat dijual.

Kekurangan Tabulampot

  1. Tidak semua tanaman buah dapat kita jadikan tabulampot, karena kita tahu bahwa setiap tanaman buah mempunyai karakteristik masing – masing.
  2. Produksinya tidak dapat setinggi tanaman buah yang kita tanam di lahan.
  3. Memiliki keterbatasan pada pertumbuhan perakaran tanaman.

Tren ini kini mulai banyak dilirik dan dikembangkan oleh kelompok-kelompok di wilayah Kecamatan Banjar, salah satunya adalah Bapak Made Budiasa ketua kelompok tani Amertha Nadi. Beliau mulai mengembangkan tabulampot berbagai jenis buah-buahan yang cukup memberikan pemasukan bagi kehidupan keluarganya.

 

Share Post :