Mengendalikan Hama Palawija dengan Bercocok Tanam

  • Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng
  • 11 Pebruari 2020
  • Dibaca: 189 Pengunjung

Sebelum Anda menggunakan berbagai merek pestisida untuk membasmi hama, sebaiknya lakukan pengendalian hama secara alami terlebih dahulu. Pada saat sudah melakukan pengendalian secara tepat dan benar hama tetap datang, baru gunakan bantuan dari pestisida. Pengendalian tersebut bisa dilakukan dengan bercocok tanam. Kegiatan bercocok tanam yang sering dilakukan juga bertujuan untuk mengendalikan hama palawija. 

Pengolahan tanah

Pengolahan tanah merupakan langkah awal yang harus dilakukan pada kegiatan bercocok tanam yang dilakukan di lahan. Pengolahan tanah berfungsi untuk menyuburkan tanah, menambah nutrisi dalam tanah, dan mengendalikan hama yang hidup di dalam tanah. Hama seperti ulat tanah, lundi atau uret, kepompong lalat buah, ulat grayak, dan beberapa serangga hama lainnya akan terbunuh pada saat pengolahan tanah.

Pengaturan jarak tanam

Jangan pikir satu lahan yang diisi berdempetan dapat mendatangkan keuntungan, jarak tanam perlu digunakan untuk pertumbuhan tanaman yang baik dan menghambat pergerakan hama. Jarak tanam yang ideal selain memperhitungkan nilai ekonomis juga risiko penularan penyakit dan hama.

Pemupukan berimbang

Anda harus menggunakan pupuk sebijak mungkin. Kandungan pupuk harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi tanaman yang dipilih agar pertumbuhan tanaman semakin optimal. Oleh karena itu, tak ada patokan khusus mengenai berapa kadar yang dibutuhkan. Asalkan, jangan terlalu banyak memberikan N karena dapat menyebabkan tanaman mudah diserang hama.

Pergiliran tanaman

Penanaman satu jenis komoditas secara terus-menerus dalam satu lahan dapat mendorong pertumbuhan hama semakin cepat. Pergiliran tanaman berguna untuk memutus rantai hama dengan tidak menghadirkan tanaman yang sama dan merupakan sumber pakan bagi hama. Tanaman yang digunakan sebagai pergiliran harus berasal dari famili yang berbeda. Jika masih menggunakan satu famili, persebaran hama sama saja. 

Sanitasi lahan

Sanitasi lahan dapat diartikan sebagai pembersihan lahan dari sisa tanaman pada musim sebelumnya dan membebaskan lahan dari gulma-gulma yang berpotensi menjadi inang bagi hama.

Tanam serempak

Penanaman serempak akan berdampak pada panen yang serempak pula. Hal tersebut akan langsung memutuskan rantai makanan hama dan memutuskan siklus hidup hama sehingga laju pertumbuhan populasi menjadi terhambat.

Sumber : https://www.pertanianku.com/mengendalikan-hama-palawija-dengan-bercocok-tanam/

Share Post :