Kerauhan, Tradisi Masyarakat Bali

  • Dinas Kebudayaan
  • 08 Juli 2020
  • Dibaca: 199 Pengunjung

Pada gambar diatas dua Umat Hindu dalam kondisi kerauhan mengacung-acungkan keris pada prosesi upacara di Bali, 1975. Kerauhan merupakan tradisi yang diwariskan para leluhur masyarakat Bali sebagai pembuktian tentang kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya. Kerauhan biasanya dilaksanakan dalam sebuah ritual keagamaan yang terdapat pemuput upacara sulinggih/pemangku pura, upacara hari suci atau piodalan, rangkaian upacara, pelaksanaanya di tempat suci (pura), adanya Tapakan Kerauhan, dilaksanakan umat (pengempon pura), adanya prosesi sakralisasi dan lain sebagainya. Namun demikian di Bali, kesurupan disebut Kerauhan, asal katanya dari "rauh", berarti datang. Kedatangan energi Dewa inilah, dibeberapa desa di Bali, sampai sekarang masih diwarisi, sebagai bentuk Tuhan dalam manifestasinya turun ke dunia membina umatnya. Adakah semeton yang desanya masih mewariskan tradisi kerauahan pada saat piodalan?

#Repost from Instagram @sejarah.buleleng
#sejarah #bali #sejarahbali #sejarahbuleleng
www.sejarahbali.com
foto : kitlv 

Share Post :