Gerakan Menanam Pohon Untuk Mengurangi Pemanasan Global

  • Badan Lingkungan Hidup
  • 07 Maret 2015
  • Dibaca: 1810 Pengunjung

Pemanasan global atau lazim disebut global warming merupakan isu yang tidak pernah usai. Pemanasan global mulai hangat dibicarakan dan menjadi sangat fenomenal pada tahun 2008. Pemanasan global adalah keadaan dimana suhu rata-rata permukaan atmosfer, laut, dan daratan bumi mengalami peningkatan. Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pemanasan global adalah: 


1. Efek rumah kaca
Sebenarnya, gas-gas seperti uap air, karbon dioksida dan metana diperlukan oleh bumi sebagai penyerap panas matahari. Namun, gas-gas tersebut sudah mencapai jumlah maksimum sehingga seperti memberi efek rumah kaca terhadap bumi yang mengakibatkan panas bumi semakin meningkat. 


2. Ulah manusia
Tak dapat dipungkiri bahwasanya sangat banyak pekerjaan manusia yang menjadi sumber penyebab pemanasan global. Pemakaian listrik yang berlebihan seperti AC (Air Conditioner), asap yang diproduksi oleh pabrik industri dan pemakaian sprei seperti parfum, pengeras rambut dan sebagainya dapat menyebabkan rusaknya atmosfer bumi. Dimana fungsi atmosfer itu sendiri adalah penentu keadaan dan kehidupan di bumi. Yang terpenting dari atmosfer adalah mengatur banyaknya panas matahari yang sampai ke bumi. Oleh karena hal-hal tersebut dapat menyebabkan lapisan atmosfer menipis, akibatnya atmosfer tidak dapat menahan banyaknya panas matahari yang sampai ke bumi.
Sampai saat ini, kita masih merasakan dampak pemanasan global tersebut. Semakin hari, cuaca dan iklim menjadi lebih meningkat. Pemasanasan global ini tidak hanya dirasakan oleh beberapa wilayah negara, tetapi seluruh dunia. Oleh sebab itu disebut pemanasan global. Para ahli klimatologi dan meteorologi meneliti bahwasanya suhu di bumi selalu berubah dan tidak pernah stabil. Pemanasan global membawa dampak buruk bagi makhluk hidup yang mendiami bumi. Beberapa dampak dari pemanasan global adalah:


1. Permukaan air laut naik
Akibat panas berlebihan yang diterima bumi, mengakibatkan es di kutub utara dan kutub selatan mencair. Mencairnya es di kutub tersebut tidak hanya berdampak pada punahnya makhluk hidup yang mendiami habitat tersebut. Tetapi, juga dapat mengakibakan naiknya permukaan air laut. Sehingga para ahli mengkhawatirkan bahwa beberapa wilayah di dunia ini akan tenggelam. Terutama negara yang dekat dengan lepas pantai. Seperti Belanda dan Bangladesh.

 

2. Suhu global cenderung meningkat
Beberapa wilayah akan mengalami musim hujan yang panjang seperti Kanada. Tetapi wilayah lain akan mengalami panas yang lebih lama juga. Seperti daerah gurun di Afrika. Hal ini dapat mengakibatkan tumbuhan pertanian mengalami gagal panen.


3. Gangguan ekologis
Banyak hewan yang tidak dapat hidup di daerah yang kering dan panas. Sehingga mereka cenderung berpindah ke daerah kutub atau pegunungan. Namun, aktivitas manusia dapat menghambat perpindahan mereka. Hal ini menyebabkan hewan-hewan tersebut mati.
Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam menghadapi pemanasan global. Beberapa hal yang dapat kita terapkan adalah menghemat penggunaan listrik, air dan kendaraan bermotor, menerapkan reduce, reuse dan recycle, mencari informasi tentang pemanasan global dan melakukan penghijauan.

Penghijauan dilakukan untuk mengurangi karbon dioksida di udara sampai ke atmosfer. Penghijauan sendiri dilakukan dengan menanam pohon terutama pohon yang dapat menyerap karbon dioksida lebih cepat dan banyak. Indonesia telah mencanangkan program one man one tree (satu orang untuk satu pohon) demi menanggapi dampak pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi. Presiden Susilo Bambang Yudhono, mendeklarasikan program ini pada Hari Menanam Pohon Nasional, 28 November 2008. Departemen kehutanan juga telah melakukan upaya tersebut. Departemen Kehutanan mengajak seluruh lapisan masyarakat melakukan kegiatan penanaman pohon dengan target sebanyak 79 juta pohon, dan tahun 2008 dengan target sebanyak 100 juta pohon. Realisasinya, target-target tersebut ternyata terlampaui. Pohon yang berhasil ditanam melebihi target yang dicanangkan. Penanaman serentak secara nasional tahun 2007 terealisasi 86,9 juta pohon. Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon tahun 2007 sebanyak 10 juta batang, terealisasi 14,1 juta batang. Gerakan Penanaman Serentak 100 juta pohon tahun 2008 telah terealisasi sebanyak 109 juta batang (lebih dari 100%). Gerakan Perempuan Tanam dan Program Ketahanan Pangan (GPT-PKP) juga terealisasi lebih dari 100% yaitu sebesar 5.083.467 batang dari rencana 5.010.000 batang. Demikian juga kerjasama kemitraan dengan berbagai ormas keagamaan dalam penanaman pohon, telah menanam 700 juta batang pohon. . Mereka juga menurunkan laju deforestasi dan degradasi hutan agar Indonesia tidak semakin kehilangan pohon. Menurut hasil kebijakan yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan, dari 2,83 juta hektar per tahun pada tahun 1999-2000 menjadi 1,08 juta hektar per tahun pada tahun 2000-2006. Pemerintah menargetkan, pada tahun 2009 bangsa Indonesia mampu menanam sebanyak 230 juta batang pohon.

Banyak manfaat yang dapat kita rasakan jika menanam pohon. Di antaranya; lingkungan menjadi lebih hijua, gas-gas berbahaya yang dapat merusak atmosfer dapat berkurang, dapat menciptakan vegetasi baru untuk makhluk hidup, sumber plasma nutfah dan paru-paru dunia. Sampai sekarang ini, gerakan menanam pohon harus terus dilakukan. Seluruh komponen bangsa diharapkan dapat berpartisipasi dalam program ini. Pertama, kita harus memulainya dari diri sendiri. Kemudian, semakin berkembang dan semakin banyak masyarakat yang ikut melaksanakannya. Program menanam pohon harus dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga, dampak pemanasan global dapat segera berkurang. Jika program ini telah banyak disadari arti pentingnya oleh masyarakat, dalam kurun waktu 5-10 tahun, Indonesia akan merasakan negara yang hijau dan cuaca menjadi lebih stabil.

Share Post :