CARA MEMBUAT SEMAI UNTUK TANAMAN HORTIKULTURA

  • Dinas Pertanian
  • 21 Januari 2020
  • Dibaca: 273 Pengunjung

Oleh : Komang Riska Wardani

 

Secara umum, hortikultura dapat diartikan sebagai tanaman kebun. Biasanya, tanaman yang dibudidayakan adalah buah-buahan, sayur-sayuran, dan tanaman hias. Hortikultura biasanya dilakukan dengan tahap pertama yaitu penyemaian benih. Secara garis besar, tujuan penyemaian benih adalah untuk mengurangi kematian tanaman akibat belum siap (belum mampu beradaptasi) dengan kondisi lapangan.

Tanaman yang memerlukan penyemaian biasanya merupakan tanaman yang memiliki siklus panen menengah hingga panjang dan memiliki benih yang berukuran kecil. Proses penyemaian biasanya membutuhkan kondisi tempat dan perlakuan yang berbeda dengan kondisi lapangan di mana tanaman nantinya ditempatkan.
Oleh karena itu, dalam budidaya hortikultura, petani memerlukan area persemaian yang berbeda dengan area tanam. Berbagai media tanam dapat digunakan dalam hal ini, seperti tray, cetak, polybag, atau bedengan biasa.
Menyiapkan media tanam
Dalam budidaya hortikultura, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyediakan media tanam. Karena media tanam ini akan dijadikan sebagai tempat biji tanaman, maka nutrisi, kelembaban, bahkan struktur media tanam (tanah) harus terjamin dengan baik.

Untuk mendapatkan hasil yang baik, sebaiknya kita menggunakan media tanam organik, yaitu media tanam campuran tanah dan bahan-bahan organik lain yang memiliki kandungan hara yang tinggi. Tanah yang baik untuk dijadikan sebagai media tanam biasanya diambil dari tanah yang berada di bagian atas (top soil)—tanah yang berada di kedalaman tidak lebih dari 5 cm.

Membuat media semai berbentuk bedengan
Benih yang cocok disemaikan di bedengan adalah sayur-sayuran siklus pendek, misalnya sawi, pakchoi, dan sebagainya. Untuk memanfaatkan bedengan biasa sebagai media tanam persemaian, berikut ini langkah-langkah untuk melakukannya:

Campurkan tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1.
Bentuk bedengan, lalu letakkan campuran tanah dan pupuk organik di atas permukaan bedengan tersebut. Buatlah ketebalannya hingga 5-7 cm.
Siram bedengan dengan air secukupnya.
Tebarkan benih di atas bedengan.
Buat tiang penyangga, bisa dibuat dari bambu yang dilengkungkan, lalu tutup bedengan dengan paranet jika memang ditutup secara permanen. Jika ingin membuat bedengan dengan sistem buka tutup, penutupnya bisa diganti dengan plastik bening.
Membuat media semai dengan tray, cetak, atau polybag
Membuat media semai dengan menggunakan polybag
Untuk memanfaatkan tray, cetak, atau polybag sebagai media tanam persemaian dapat dilakukan sebagai berikut:

Campurkan tanah danpupuk organik dengan perbandingan 1:1.
Untuk media semai dengan tray, masukkan campuran media tanam ke dalam tray, lalu padatkan agar media bisa mencengkrap tanaman.
Untuk media semai dengan cetak, siram campuran media tanah dan pupuk organik dengan air secukupnya. Air tersebut digunakan agar campuran media tanam lebih mudah dibentuk. Ambil cetakan dan masukkan campuran media tanam tadi ke dalamnya. Lubangi bagian atas cetakan tersebut sedalam 1-2 cm untuk memasukkan benih.
Untuk media semai dengan polybag, dapat mencampurkan media tanam yang sebelumnya telah dibuat dengan arang sekam. Perbandingannya masih sama dengan sebelumnya, yaitu 1:1. Masukkan campuran tersebut ke dalam polybag yang ukurannya telah disesuaikan dengan ukuran bibit tanaman. Setelah itu, media semai siap digunakan...

Share Post :