7 Perubahan Pesat Human Resource di Era Digital

  • Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng
  • 07 November 2019
  • Dibaca: 26 Pengunjung

 

 

Perkembangan teknologi adalah hal yang tak bisa dielakkan. Berbagai aspek kehidupan bisa dengan mudah dikelola dan diakses tanpa batas. Hal inilah yang biasa disebut sebagai digitalisasi, era dimana jaringan internet menjamah semua perangkat dan media-media baru bermunculan.

Disadari atau tidak, era digital juga akan membuat pergeseran dan perubahan di berbagai lini kehidupan, tak terkecuali bagi Human Resource di perusahaan. Divisi Human Resource (HR) yang berhubungan langsung dengan karyawan, ‘dipaksa’ untuk mengubah berbagai sistem yang dimilikinya agar bisa lebih efektif dan bersaing dengan perusahaan lain.

Perubahan-perubahan ini tentu bisa berdampak baik bagi perusahaan. Meskipun di lain sisi, divisi Human Resource akan juga menghadapi beragam tantangan karena perubahan pesat yang mungkin justru lebih cepat dibanding perkembangan kualitas SDMnya itu sendiri.

Dari sekian banyak perubahan yang terjadi di Human Resource, berikut 7 diantaranya yang paling menonjol atau pesat terjadinya di banyak perusahaan.

 

  1. Sistem Rekrutmen Online

Sistem penerimaan karyawan baru adalah salah satu bentuk perubahan paling pesat dari HR di era digital. Jika dahulu sistem rekrutmen adalah dengan menyebarkan brosur lowongan kerja, meminta calon kandidat menyiapkan dan membawa berkas lamaran ke kantor langsung, hingga mengharuskan tatap muka ketika wawancara.

Tetapi kondisi berbeda untuk saat ini, proses rekrutmen bisa dengan mudah dilakukan secara online. Menyebarkan informasi lowongan kerja juga bisa melalui platform job searching maupun website perusahaan itu sendiri. Bahkan proses wawancara pun bisa dilakukan melalui video call. Hal ini tentu perubahan besar bagi divisi HR yang tidak hanya membantu HR itu sendiri, tetapi juga para calon karyawan.

 

  1. Digitalisasi Pekerjaan Administratif

Perkembangan teknologi dan informasi digital dimanfaatkan secara maksimal oleh HR untuk membantu pekerjaan administratif mereka. Ragam pekerjaan administrasi tak perlu lagi menggunakan metode manual yang rumit dan menghabiskan banyak waktu. Melalui sistem online yang otomatis, kegiatan seperti absensi, gaji, hingga perhitungan pajak bisa dilakukan dengan jauh lebih efektif. Hasilnya juga akan lebih akurat.

 

  1. Layanan Pribadi Karyawan

Setiap karyawan tentunya memiliki data pribadi dan pekerjaan spesifiknya. Data ini biasanya dikelola oleh HR untuk diteruskan kepada setiap karyawan. Saat ini,  terdapat teknologi yang memungkinkan keterlibatan karyawan dalam mengelola informasi mereka sendiri, seperti daftar presensi, lembur, pengajuan izin, reimbursement hingga pekerjaan yang dilakukan bisa tercatat dan diakses dengan mudah, yaitu Sistem Employee Self Service.

 

  1. Manajemen Kompensasi yang Transparan

Hal ini tentu menjadi bagian penting bagi tugas HR karena akan berurusan dengan kompensasi ke karyawan. Beruntungnya, pekerjaan manajemen kompensasi ini bisa terbantu secara digital. Perhitungan gaji, jumlah bonus, asuransi, pensiun, lembur, dan sebagainya bisa terintegrasi dengan perhitungan yang transaparan. Selain tak repot, HR juga bisa mempertanggungjawabkan pekerjaannya dengan lebih yakin.

  1. Interaksi dengan Karyawan Melalui Media Sosial

Berinteraksi atau berkomunikasi adalah kunci dari keberhasilan HR di sebuah perusahaan. Tidak mungkin HR bekerja tanpa ada interaksi yang baik dengan karyawan. Di era digital, interaksi HR dan karyawan ini sangat jelas perubahannya. Hal ini berkaitan dengan perkembangan media sosial yang semakin dilengkapi ragam fitur. Media sosial berperan sebagai dalam kerja profesional HR sehingga efektifitas dan efisiensi kerja HR semakin mudah tecapai.

 

  1. Sistem Evaluasi Terstandar

Era digital memaksa setiap bagian di perusahaan bekerja dengan standar yang terukur. Termasuk dari HR dalam proses evaluasi kerja karyawan. Sistem ini penting dilakukan secara digital melalui software atau aplikasi karena ada penilaian yang transparan di dalamnya. Hal-hal seperti subjektifitas yang mungkin dulu terjadi, dapat ditekan bahkan dihilangkan karena semua evaluasi memiliki dasar yang dipahami oleh semua karyawan.

 

  1. Fleksibelitas dan Adaptable

Perubahan pesat yang bisa dirasakan dari HR di era digital adalah kemampuan untuk beradaptasi dan fleksibel menghadapi perubahan. Tak bisa dipungkiri bahwa era digital membuat banyak hal juga berkembang dengan pesat. 

Bagi perusahaan, HR memiliki kewajiban untuk mampu menyesuaikan dirinya agar tidak tertinggal dengan perushaan lain. Perusahaan tak boleh menutup mata terhadap perkembangan teknologi agar tidak tertinggal.

 

Itulah 7 hal yang paling pesat perubahannya bagi HR di era digital. Oleh karena perkembangan teknologi informasi tak bisa dicegah, maka hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi HR. Jika mampu dimanfaatkan dengan baik, era digital adalah peluang besar untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.

 

Share Post :